EKONOMI

Senin, 20 Maret 2017 | 12:35 WIB

BI Tunjuk KPEI untuk Obligasi Negara

M Fadil Djailani
BI Tunjuk KPEI untuk Obligasi Negara
(Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta -- Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk mengoptimalkan penyelenggaraan kliring Obligasi Negara, untuk mendukung pengembangan pasar pasar ini.

Salah satunya cara yang ditempuh BI adalah menunjuk PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai penyelenggara kliring atas transaksi Obligasi Negara di pasar sekunder, baik yang ditransaksikan melalui bursa maupun di luar bursa (over the counter).

Kerja sama ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas data transaksi pasar sekunder, mengingat perdagangan Obligasi Negara di pasar sekunder mayoritas (hampir 100%) dilakukanover the counter. Kerja sama BI dan KPEI diwujudkan dalam perjanjian yang ditandatangani hari ini Senin (20/03/2017).

Deputi Gubernur BI, Sugeng, menyampaikan bahwa penunjukan KPEI merupakan bentuk upaya mendukung rencana Pemerintah untuk membuka alternatif perdagangan Obligasi Negara dalam rangka meningkatkan aktivitas, diversifikasi investor, efisiensi, dan transparansi perdagangan Obligasi Negara di pasar sekunder.

"Selain itu, penunjukan tersebut merupakan dukungan Bank Indonesia terhadap rencana implementasiElectronic Trading Platform(ETP) untuk transaksi SBN di luar bursa, yang pada akhirnya diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia, sehingga menjadi semakin maju dan berkembang," kata Sugeng di Kantornya, Jakarta Senin (20/03/2017).


Selain itu, Sugeng juga bilang agar penyelenggaraan kliring transaksi Obligasi Negara Ritel di luar bursa yang terorganisir di pasar sekunder dilakukan secara seksama. Hal tersebut penting dilakukan agar terbentuk informasi harga kepada investor, menjadikan mekanisme pembentukan harga lebih transparan, serta meningkatkan efisiensi dan likuiditas di pasar yang mencerminkan kondisi pasar surat utang yang efisien.

Dengan demikian, penunjukan KPEI sebagai penyelenggara kliring atas transaksi Obligasi Negara di pasar sekunder melalui bursa dan ETP merupakan suatu pencapaian penting dan diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia untuk menjadi semakin maju dan berkembang.

Asal tahu saja, hingga pertengahan Maret 2017, total kepemilikan (Outstanding) Surat Berharga Negara (SBN) yaitu sebesar Rp1.895,68 Triliun. Sementara itu, total SBN yang ditransaksikan di pasar sekunder selama tahun 2016 tercatat sebesar Rp7.527 Triliun (mencapai 400% darioutstanding). Hal tersebutlah yang menyebabkan perluasan kerja sama penyelenggaraan kliring Obligasi Negara menjadi semakin penting. [lat]



#obligasinegara #BItunjukKPEI #kliring
BERITA TERKAIT
Kemenkop: Waspadai Investasi Berkedok Koperasi
RI-Malaysia Aktifkan Kembali Perundingan BTA
Awas, Ada 140 Juta Warga Masih Miskin
Pemerintah Optimistis Kaltim Swasembada Beras 2018
Luhut: Tanggul Utara Jakarta Dilihat Secara Jernih
Kemenkeu Yakin S&P Bakal Naikan Peringkat RI
Ini Enaknya Kalau Dapat Rating Investment Grade

ke atas