METROPOLITAN

Senin, 20 Maret 2017 | 14:24 WIB

Sandiaga Belum Dipastikan Penuhi Panggilan Polisi

Happy Karundeng
Sandiaga Belum Dipastikan Penuhi Panggilan Polisi
Kuasa Hukum Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Yupen Hadi (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Kuasa Hukum Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Yupen Hadi, membenarkan surat pemanggilan pemeriksaan pada Selasa besok.

Ia mengaku surat dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang baru diterimanya hari ini, terkait kasus dugaan penggelapan aset tanah.

"Saya baru terima suratnya tadi pagi," katanya di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Yupen juga mengaku belum berkoordinasi dengan Sandi. Bahkan ia juga belum tahu apa Sandi sudah menerima surat itu.

"Saya belum koordinasi dengan mas Sandi seperti apa. Saya pun belum tahu dia sudah baca atau belum karena suratnya baru saya baca," katanya.

Atas dasar itu ia pun tidak berani menjamin Sandi akan memenuhi panggilan itu karena kliennya disibukkan dengan jadwal kampanye.


"Iya belum pasti. Karena kan beliau (Sandiaga) mesti menyesuaikan diri dengan program kampanye yang sudah disusun. Nggak mungkin tiba-tiba harus dibatalkan," kata dia.

Soal dugaan keterlibatan Sandiaga dalam kasus sangkaan penggelapan penjualan tanah, Yupen menolak berkomentar banyak.

"Saya belum bisa komentar dulu. Kan ini perlu klarifikasi dulu ke mas Sandi dan pengacara perlu pendalaman kasusnya. Nanti kalau sudah jelas, baru kami akan tanggapi," katanya

Diketahui sebelumnya, pemeriksaan Sandiaga adalah untuk dimintai klarifikasi atas penjualan sebidang tanah di Jalan Curug Raya KM 3.5, Curug, Tangerang seluas 3.115 meter persegi pada Desember 2012 silam.

Kasus penggelapan tanah yang diduga melibatkan Sandiaga berawal dari laporan yang dibuat Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa dari korban bernama Djoni Hidayat di Polda Metro Jaya pada Rabu (8/3/2017). Laporan tersebut telah tercantum dengan nomor LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.

Selain Sandiaga, pria berinisial AT yang disebut-sebut sebagai rekan bisnis Sandiaga juga dilaporkan dalam kasus yang sama. Atas laporan tersebut, Sandiaga bersama AT diduga telah melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. [rok]
#SandiagaUno #PilkadaDKI2017
BERITA TERKAIT
Djarot Bela Ahok Soal Serbuan Karangan Bunga
Anies: Kami Berjuang untuk Tidak Ingkari Janji
Karangan Bunga Ahok-Djarot Sampai ke Gambir
Diskusi Reboan Gerindra Kawal Anies Jadi Gubernur
Anies: Relawan Abdi Rakyat Pendorong Pertama Cagub
Keberhasilan Program, Kemenangan Terbesar Anies
Djarot Bakal Bertemu Sandi Bahas Jakarta

ke atas