EKONOMI

Senin, 20 Maret 2017 | 14:49 WIB

Investor Keluhkan Kondisi SBN RI

M Fadil Djailani
Investor Keluhkan Kondisi SBN RI
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai secara umum kondisi sektor jasa keuangan domestik masih terjaga. Stabilitas yang memadai itu ditandai dengan menguatnya arah perdagangan pasar saham serta pasar surat utang domestik.

Hal ini terlihat dari peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), yang disertai oleh net buy investor non-residen di pasar saham maupun SBN.

Namun ada satu kendala yang dihadapi SBN dalam negeri, yakni kurangnya likuiditas. Hal inilah sering dikeluhkan oleh investor luar dan dalam negeri.

"Pasar surat utang kita belum berkembang karena kurang likuiditas yang masif," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyelenggaraan Kliring Obligasi Negara di pasar sekunderantara Bank Indonesia dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)' di Gedung BI, Jakarta, Senin (20/03/2017).


"Tentu yang harus diajukan supply harus banyak, lalu market bisa mengembangkan transaksi. Banyak yang tidak bisa price in. Untuk itu dibutuhkan Repo," tambahnya.

Senada, Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan, para investor mengeluhkan bahwa SBN yang ditertibkan oleh pemerintah kurang likuid dan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.

"Kunjungan ke investor di dalam dan luar negeri, mereka tanya kalau SBN kita ini relatif kurang likuid dan kurang aktif. Maka masukan ini jadi masukan kami hadapi tantangan ke depan untuk bagaimana SBN lebih likuid dan aktif dan perdagangannya meningkat dari waktu ke waktu," ujarnya.

Maka dari itu, Bank Indonesia dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia pun telah melakukan penandatanganan perjanjian penyelenggaraan kliring obligasi negara di pasar sekunder. Diharapkan, penandatanganan perjanjian ini dapat memberikan sentimen positif bagi kepercayaan investor kepada Indonesia. [lat]

#SBNRI #Investor #keluhan #nurhaida
BERITA TERKAIT
Eks Menkeu Gus Dur Gandeng Lotte Tumbuhkan UKM
Diganggu Kampanye Hitam, Ekspor Sawit Berkibar
Sri Mulyani Sedih Karena Ini
Pertumbuhan Kredit Semester I-2017 Capai 8,20%
Mendag Geram Mutu Gula Produksi BUMN Rendah
Keganjilan Harga Gas Conocco, Jonan Disebut-sebut
Meikarta Bermasalah, Sanksi di Depan Mata

ke atas