DUNIA

Senin, 20 Maret 2017 | 16:25 WIB

Trump Mengaku Tak Dengar Ajakan Bersalaman Merkel

Binar MP
Trump Mengaku Tak Dengar Ajakan Bersalaman Merkel
(AFP)


INILAHCOM, Washington - Gedung Putih akhirnya angkat bicara setelah sempat jadi perbincangan di dunia maya tentang ajakan bersalaman Kanselir Jerman, Angela Merkel yang diabakain Presiden AS Donald Trump Presiden.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwasanya Presiden Trump mengaku tidak mendengar ajakan salaman dari Kanselir Jerman Angela Merkel, demikian seperti dikutip news.com.au.

Insiden lucu terjadi ketika para wartawan meminta Trump bersalaman dengan Merkel selagi kedua pemimpin bertemu di Gedung Putih Jumat pekan lalu, namun Trump terlihat tak mempedulikannya, bahkan ketika Merkel menyatakan 'mereka (wartawan) meminta kita salaman'. Merkel bahkan terlihat sudah bersiap mengulurkan tangannya.

Pertemuan ini memang ganjil karena mungkin baru pertama kali sebuah pertemuan resmi dua pemimpin nasional tidak bersalaman satu sama lain.


Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer kemudian mengklarifikasi mengapa Trump seperti mengabaikan permintaan salam yang disampaikan Kanselir Jerman Angela Merkel saat di Gedung Putih.

"Saya tidak yakin dia mendengarkan permintaan (Merkel) itu," kata Spicer kepada mingguan Jerman Der Spiegel.

Namun, alasan asal-asalan ini tak diterima oleh pihak Jerman. Koran Jerman Bild menyebut tindakan Trump itu tidak sopan dengan mengatakan selama pertemuan itu, Trump tidak mau menatap mata Merkel.

Selama dua bulan di Gedung Putih, dia telah menjadi sorotan dunia karena gaya bersalamannya yang unik, terutama yang terkenal saat menyalami Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
#jerman #as #angela merkel #donald trump
BERITA TERKAIT
Angela Merkel Tegaskan Persatuan Spanyol
Angin Kencang di Jerman, 7 Pengendara Mobil Tewas
Trump Sebut Insiden di Las Vegas Kejahatan Murni
Sierra Leone akan lelang Berlian Sebesar Telur
Pastor Koptik di Mesir Dibunuh di Kairo
ISIS Kehilangan 90 Persen Wilayah Kekuasaannya
Ribuan Pengungsi Baru Rohingya Terlantar

ke atas