NASIONAL

Senin, 20 Maret 2017 | 17:27 WIB

Implikasi Deklarasi Awal Kang Emil di Pilgub Jabar

R Ferdian Andi R
Implikasi Deklarasi Awal Kang Emil di Pilgub Jabar
Walikota Bandung Ridwan Kamil (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
INILAHCOM, Jakarta - Walikota Bandung Ridwan Kamil resmi dicalonkan menjadi calon Gubernur Jawa Barat oleh Partai NasDem. Padahal, pelaksanaan Pilkada Jawa Barat baru akan berlangsung satu tahun mendatang. Apa dampak politiknya bagi Ridwan Kamil?

Ridwan Kamil resmi dicalonkan Partai NasDem untuk maju dalam Pilkada Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018 mendatang. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh beralasan deklarasi Ridwan Kamil yang dinilai terburu-buru itu memiliki maksud lain. "Itu (deklarasi lebih awal) memudahkan untuk mengantisipasi, hal-hal mana yang harus diperkuat dan mana yang harus dikoreksi," ujar Surya Paloh di Bandung, akhir pekan kemarin.

Pencalonan yang diklaim tanpa mahar ini, merupakan baru pertama kali yang dilakukan oleh partai politik dalam menyambut Pilkada Jawa Barat yang baru akan berlangsung pada Juni 2018 mendatang. Figur Ridwan Kamil yang saat ini menjabata sebagai Walikota Bandung hingga 2018 mendatang ini memang cukup populer khususnya bagi masyarakat perkotaan.

Di sisi lain, bila melihat Partai NasDem sebagai partai politik yang pertama mengusung figur Ridwan Kamil merupakan partai urutan nomor buncit untuk perolehan suara di Provinsi Jawa Barat dalam Pemilu 2014 lalu. Partai besutan Surya Paloh ini hanya memperoleh suara 4,89 persen atau 1.035.729. Padahal, saat Pilwakot Bandung lalu, Ridwan Kamil diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


Ridwan Kamil melalui akun Facebooknya menjelaskan sejumlah hal yang menjadi pertanyaan publik atas sikapnya yang menerima pinangan Partai NssDem untuk maju dalam Pilakda Jawa Barat pada Juni 2018. Dia menyebutkan, saat ini dirinya belum resmi menjadi cagub karena yang menentukan cagub atau tidak merupakan KPUD Jawa Barat. "Dalam perjalanannya masih banyak belokan dan lika-liku," ujar Ridwan melalui akun Twittenrya yang diunggah pada Senin (20/3/2017).

Ia juga menjawab pertanyaan publik mengapa dirinya menerima pinangan dari Partai NasDem namun tidak dengan partai lainnya. Emil, demikian ia kerap ia disapa menyebutkan dirinya sudah melakukan komunikasi dengan partai-partai yang mengusung dirinya saat Pilwakot Bandung, namun hingga saat ini belum ada jawaban. "Karena partai-partai terdahulu, sudah dikomunikasikan namun belum ada jawaban," ungkap Emil

Ia juga menjawab soal tudingan bila dirinya menonjolkan syahwat politik lantaran hingga saat ini dirinya masih menjabat Walikota Bandung hingga 2018. Ia berdalih, jika dirinya memiliki syahwat politik maka ia maju dalam Pilkada DKI Jakarta. "Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai walikota selama 5 tahun. Selesai on time," tambah Emil seraya menyebutkan masih ada waktu dua tahun anggaran yakni 2017 dan 2018 untuk menyelesaikan sisa mimpi di Bandung.

Argumentasi yang disampaikan Ridwan Kamil memang tampak rasional. Deklarasi sebagai Cagub oleh Partai NasDem memang belum memiliki efek apapun terhadap pencalonannya. Apalagi, dari sisi kursi Partai NasDem di Jawa Bara, tidaklah mencukupi untuk mengusung Ridwan Kamil tanpa melakukan koalisi dengan partai politik lainnya.
#ridwankamil #pilgubjabar #kangemil
BERITA TERKAIT
Ridwan Kamil Belum Komunikasi dengan Golkar Jabar
Ridwan Kamil Yakin Elektabilitas tak Berpengaruh
Ridwan Kamil Dinilai Lecehkan Golkar
PPP Tolak Cawagub Ridwan Kamil Usulan Golkar?
5 Tahun Pimpin Bandung Bisa Jadi Bekal Kang Emil
Ridwan Kamil Bakal Ditinggalkan Pemilih Jika...
Indra Sebut Golkar Tutup Bab Terkait Novanto

ke atas