PASAR MODAL

Senin, 20 Maret 2017 | 19:09 WIB

Kenapa Pertemuan G-20 Mengecewakan?

Monica Wareza
Kenapa Pertemuan G-20 Mengecewakan?
(Foto: George Kerevan)


INILAHCOM, New Haven - Pertemuan Menteri Keuangan Kelompok G-20 yang mengabaikan munculnya kebijakan proteksionisme membuktikan mereka cenderung mendukung langkah yang berlawanan dengan globalisasi.

Mantan pimpinan Morghan Stanley Asia, Stephen Roach mengatakan pimpinan keuangan negara G-20 mencerminkan peningkatan dukungan terhadap proteksionisme Amerika. "Hal ini cukup mengecewakan ketika menteri keuangan dari negara terkemuka di dunia berkumpul namun tidak bisa menghasilkan komitmen anti proteksionisme yang merupakan fondasi dari globalisasi," kata Roach dari Jackson Institute of Global Affairs di Yale University dikutip dari cnbc.com, Senin (20/3/2017).



"Jelas sekali bahwa hal in mencerminkan pergeseran angin politik di Amerika dan adanya indikasi kemunduran dari multilateralisme ekonomi Amerika," katanya.

Menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara ekonomi terbesar di dunia tidak dapat menindaklanjuti komitmen mereka untuk mendukung perdagangan bebas di pertemuan G-20. Sementara pemerintahan Trump berupaya untuk menjadikan 'America first'.

"Alih-alih globalisasi sebagai kekuatan bersama, Trump malah menganggapnya sebagai kekuatan yang merugikan pekerja kelas menengah di Amerika," jelas Roach.

Ia mencontohkan dengan Apple iPhone yang memiliki suku cadang dari 50 negara berbeda sebagai bukti bahwa dunia terhubung menjadi rantai suplai global.


"Akan sangat sulit bagi perusahaan seperti Apple untuk melepaskan rantai suplai global dan tetap memberikan barang dan jasa ke seluruh dunia dengan harga rendah," katanya.

Roach telah memperhitungkan bahwa nantinya akan sulit bagi pemerintahan Trump untuk melakukan hubungan bilateral dengan China, Meksiko, Jerman dan lainnya apalagi jika harus berurusan dengan orang yang terang-terangan seperti Peter Navarro.

Peter Navarro, kepala Dewan Perdagangan Nasional Gedung Putih dan penasehat Presiden Trump, telah berulang kali menyatakan bahwa kapitalisme China telah merusak ekonomi Amerika. Dengan bekerja sama dengan perusahaan Amerika berarti melawan kepentingan jangka panjang Amerika.

Navarro, yang sebelumnya adalah seorang professor ekonomi, telah mengatakan bahwa prioritas perdagangan Amerika saat ini adalah membuka dan mengembalikan rantai pasokan internasional. Selama ini diandalkan oleh banyak perusahaan Amerika.

"Saya tidak pernah setuju dengan apapun yang dilakukan Peter Navarro sepanjang karirnya," kata Roach.

Roach juga mengatakan China tidak mungkin menaruh perhatiannya untuk kepentingan globalisasi. Saat ini juga China memiliki banyak persoalan dalam negeri yang harus diselesaikan.

"Sejarah memberitahu kita bahwa negara-negara yang tidak melakukan reformasi, rebalancing dan restrukturisasi dan meningkatkan produktivitas dalam negeri, akan merasa terbebani dan mendapat berbagai masalah saat akan melebarkan sayapnya ke dunia global," tuturnya. [hid]
#bursasaham #ihsg #dolarrupiah #dolar as
BERITA TERKAIT
Analis Nilai Wall Street sudah Terlalu Tinggi
Harga Emas Naik Respon Krisis Korut
Harga Minyak Mentah Naik Respon Pertemuan OPEC
Dolar AS Memperpanjang Penurunan
Dow Jones Bebani Penguatan Wall Street
Krisis Korut, Investor Perlu Lepas Saham?
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Katalis IHSG

ke atas