MOZAIK

Selasa, 21 Maret 2017 | 00:11 WIB

Membaca Berita, Bacalah dengan Akal Sehat

KH Ahmad Imam Mawardi
Membaca Berita, Bacalah dengan Akal Sehat
(Foto: Istimewa)


BARU saja selesai memberi pengajian di perumahan elite tengah kota Surabaya. Senang sekali melihat fenomena bangkitnya spiritualitas urban society. Besar harapan semoga mereka orang berduit dan berpangkat yang ikut pengajian ini menjadi salah satu kekuatan bangkitnya peradaban Islam. Tak mungkin peradaban Islam itu bangkit tanpa pengetahuan dan pengamalan nilai-nilai Islam.

Masyarakat desa tak perlu cemburu dengan apresiasi saya atas pengajian kota ini karena desa itu sendiri bisa dikata telah menyatu dengan pengajian-pengajian. Mayoritas undangan pengajian saya adalah dari desa. Namun yang jelas ada beda antara pengajian desa dan pengajian kota. Pengajian kota lebih banyak pertanyaannya walau sebenarnya tak dikasih waktu bertanya. Sebaliknya adalah terjadi di desa.



Barusan ada yang bertanya bagaimana hukumnya memilih pemimpin non muslim tapi jujur. Pertanyaan yang standar dan sudah lazim didengar. Saya jawab dengan standar juga: "Apa sudah tak ada pemimpin muslim yang jujur?" Rupanya muncul tanggapan menajam: "Masalahnya adalah karena pemimpin muslim ternyata tersangkut korupsi semua. Kena E-KTP."


Saya kaget dengan tanggapan ini. Namun saya duga orang ini adalah korban media yang menyajikan berita dengan tidak utuh, yakni ada yang disembunyikan. Saya jawab begini: "Wajar kalau rata-rata orang yang korupsi di Indonesia adalah yang muslim karena mayoritas orang Indonesia adalah muslim. Menurut Bapak, orang yang korupsi di China, Amerika, Belanda, Rusia dan negara mayoritas non-muslim apakah juga orang Islam?"

Beliau terdiam. Lalu saya lanjutkan sedikit: "Lalu, korupsi dan pencurian uang jumlah triliunan di Indonesia apakah dilakukan orang muslim dan pribumi? Lihat saja kasus BLBI dan banyak perbankan yang menguras habis uang Indonesia dan dibawa lari ke luar negeri. Apakah muslim?" Jawaban saya bukan berniat rasis melainkan upaya untuk tidak menjelekkan agama karena perbuatan seseorang yang mengaku beragama.

Lebih dari itu, bacalah berita dengan lengkap dan fair serta jangan mau menjadi korban berita hoax dan tak berimbang. Salam, AIM. [*]
#pencerahhati #pencerah hati #ahmad imam mawardi
BERITA TERKAIT
Ayah-Ibu, Aku Merindukanmu, Anakmu Kehilanganmu
Memungut Hikmah dari Seorang Supir
Tak Ada Keabadian Kecuali yang Dititipkan ke Allah
Nikmati dan Syukuri, Gelisah Menjadi Tiada
Lika Liku Jalan Hidup
Siapakah yang Merusak Kebahagian Kita?
Perumpamaan Hati yang Keras

ke atas