EKONOMI

Senin, 20 Maret 2017 | 20:11 WIB

DPR: Revisi UU Migas, SKK Migas Bubar Jalan

Uji Sukma Medianti
DPR: Revisi UU Migas, SKK Migas Bubar Jalan
(Foto: inilahcom/Uji Sukma)


INILAHCOM, Jakarta - Dalam Revisi UU Migas, DPR berencana membentuk Badan Usaha Khusus (BUK) yang menggantikan fungsi dan tugas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Satya Widya Yuda, Wakil Ketua Komisi VII DPR menuturkan, BUK akan berbeda dengan SKK Migas. Nantinya, BUK akan mengatur seluruh unit kegiatan migas dari hulu sampai ke hilir. "Beda dengan konsep awalnya BUK hanya untuk upstream saja. Pengganti SKK Migas ini beda. Mewadahi semuanya, mengatur hulu mengatur hilir," kata Satya dalam sebuah diskusi di Habibie Center di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Satya menyebut, usulan ini sudah disepakati oleh seluruh fraksi di Komisi VII DPR. Dan, usulan BUK ini tidak bersebrangan dengan rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk holding BUMN Migas.


Kata Satya, Kementerian BUMN, tengah menggodok regulasi yang akan meleburkan perusahaan minyak dan perusahaan gas terbesar milik negara yakni Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Ada satu konsep yang diwacanakan sama kementerian BUMN. Tapi harus diingat UU migas domain dari komisi VII. BUMN ada di komisi VI. Begitu bicara uu migas ada di komisi VII. Kita tidak ingin berseberangan dengan kementerian BUMN dengan revisi UU yang tengah digodok," paparnya.

Satya menambahkan, saat ini proses dari RUU Migas baru akan diserahkan ke badan legislatif. "Dari baleg prosesnya dari baleg dilakukan sinkronisasi dibentuk panja atau pansus, diputuskan paripurna baru diundang pemerintah," tukasnya. [ipe]
#dpr #skkmigas #uumigas
BERITA TERKAIT
Anies-Sandi Ditantang Hidupkan Ekonomi Kreatif
KKKS Wajib Pasang Flow Meter Atau Sanksi
Surat Cinta Bos Freeport Preseden Buruk Investasi
Negara Borong Saham Freeport, Fadel Tanya Duitnya
DPR: Freeport dan Newmont Patungan Bikin Smelter
Jonan Mudahkan Freeport Alasannya Negosiasi
Revisi UU Perlindungan Konsumen Macet Sejak 2012

ke atas