PASAR MODAL

Senin, 20 Maret 2017 | 20:36 WIB

Wall Street Berpotensi Lebih Rendah

Wahid Ma'ruf
Wall Street Berpotensi Lebih Rendah
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, New York - Bursa saham AS di Wall Street berpotensi lebih rendah pada perdagangan Senin (20/3/2017). Investor mencermati pernyataan beberapa pejabat Fed dan tanggapan soal perdagangan global.

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di G-20 gagal menyepakati komunike bersama yang mendukung perdagnagan bebas dan terbuka. Mereka mengabaikan potensi risiko kebijakan proteksionisme Presiden AS, Donald Trump.

Pada awal pekan ini investor mencermati pidato dari pejabat Fed. Diantaranya Presiden Fed Chicago, Charles Evans.Presiden Fed Philadelphia, Patrick Harker akan berbicara tentang kebijakan moneter ke depan. Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkasi mengungkapkan pada pekan lalu menentang kenaikan suku bunga. Dia ingin melihat inflasi AS tinggi terlebih dahulu, seperti mengutip cnbc.com.

Di Eropa, Indeks Stoxx 600 lebih rendah 0,1 persen. Indeks di Asia, Shanghai Composite berakhir naik 0,4 persen. Indeks Nikkei berakhir 0,3 persen lebih rendah.

Dari pasar minyak, untuk jenis Brent turun 1,4 persen ke US$51,02 per barel. Minyak mentah AS turun 1,8 persen ke US$47,87 per barel. Pelemahan merespon kenaikan kegiatan pengeboran AS dan produksi minyak mentah OPEC yang stabil meskipun mereka menyepakati untuk mengurangi produksi minyak sejak 1 Januari 2017.




INILAHCOM, New York - Bursa saham AS di Wall Street berpotensi lebih rendah pada perdagangan Senin (20/3/2017). Investor mencermati pernyataan beberapa pejabat Fed dan tanggapan soal perdagangan global.

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di G-20 gagal menyepakati komunike bersama yang mendukung perdagnagan bebas dan terbuka. Mereka mengabaikan potensi risiko kebijakan proteksionisme Presiden AS, Donald Trump.

Pada awal pekan ini investor mencermati pidato dari pejabat Fed. Diantaranya Presiden Fed Chicago, Charles Evans.Presiden Fed Philadelphia, Patrick Harker akan berbicara tentang kebijakan moneter ke depan. Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkasi mengungkapkan pada pekan lalu menentang kenaikan suku bunga. Dia ingin melihat inflasi AS tinggi terlebih dahulu.

Di Eropa, Indeks Stoxx 600 lebih rendah 0,1 persen. Indeks di Asia, Shanghai Composite berakhir naik 0,4 persen. Indeks Nikkei berakhir 0,3 persen lebih rendah.

Dari pasar minyak, untuk jenis Brent turun 1,4 persen ke US$51,02 per barel. Minyak mentah AS turun 1,8 persen ke US$47,87 per barel. Pelemahan merespon kenaikan kegiatan pengeboran AS dan produksi minyak mentah OPEC yang stabil meskipun mereka menyepakati untuk mengurangi produksi minyak sejak 1 Januari 2017.

Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Jumat (17/3/2017) setelah terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian. Investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi serta laporan laba perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 19,93 poin atau 0,10 persen menjadi ditutup pada 20.914,62 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 mengalami penurunan 3,13 poin atau 0,13 persen berakhir di 2.378,25 poin. Indeks komposit Nasdaq naik tipis 0,24 poin atau kurang dari 0,01 persen menjadi 5.901,00 poin.
#bursasaham #ihsg #dolarrupiah #dolar as
BERITA TERKAIT
Bursa Eropa Tunggu Sikap DPR AS
IHSG Berakhir Hijau 3,37 Poin ke 5.567
Tutup Sesi I, IHSG Kalah 6,2 Poin ke 5.557
Yuan Tiongkok Menghijau 6,8845 per Dolar AS
Dolar AS Ditransaksikan di Kisaran 111 Yen
Sesi I, IHSG Buka Zona Positif 1,86 Poin ke 5.565
Harga Minyak Mentah Tertekan Stok AS

ke atas