NASIONAL

Senin, 20 Maret 2017 | 21:48 WIB

Pengacara Sandi Nilai Polisi Pilih Kasih

Willi Nafie
Pengacara Sandi Nilai Polisi Pilih Kasih
Yupen Hadi (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Tim kuasa hukum calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 Sandiaga Uno, Yupen Hadi mengatakan sesuai surat pemanggilan terhadap Sandi diketahui bernama Djoni Hidayat merasa digelapkan atas obyek tanah di Tangerang dan melaporkan ke Polda Metro Jaya pada 8 Maret 2017 lalu.

Kemudian pada 9 Maret 2017, keluar surat perintah penyelidikan pengusutan perkara, seminggu kemudian, tepatnya pada 17 Maret 2017, diterbitkanlah surat panggilan terhadap Sandi pada 21 Maret 2017.

"Kita salut luar biasa, dalam satu hari, kemudian seminggu, sudah sampai surat panggilan ke kita. Ini luar biasa sekali. Andai polisi itu menangani seluruh perkara itu secepat ini, maka dapat dipastikan tidak ada keluhan, tidak ada tunggakan perkara barangkali di Indonesia ini," ujar Yupen, Senin (20/1/2017).


Beranjak dari kondisi tersebut, Yupen menilai aparat penegak hukum bertindak sangat cepat. Tapi kami pernah terkesan bertindak terlalu cepat merespon laporan terhadap pasangan Anies-Sandi.

"Kita juga pernah laporkan Chiko, Haris dimana Mas Sandi dan Anies jadi korban tapi polisi diam, apakah polisi sudah menjadi alat politik tertentu ?" tandasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan adanya surat panggilan pemeriksaan untuk Sandiaga Uno. Adapun pemanggilan itu terkait kasus dugaan penggelapan tanah yang belakangan menyeret nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

"Iya infonya begitu," kata Argo. [ton]
#PilkadaDki2017 #SandiagaUno
BERITA TERKAIT
Radikalisme Agama Menang atau Kalah di Pilkada DKI
PDIP Belum Evaluasi Kekalahan Pilkada DKI Jakarta
Arti Seribu Bunga Papan untuk Ahok
Setop Reklamasi, Anies-Sandi Bakal Terkendala
Adik Heran Ahok Kalah Tetapi Dikirim Bunga
Anies Jadi Tokoh Kedua Terpopuler Versi Al-Jazeera
Anies Siap Kembalikan Tradisi Muslim di Jakarta

ke atas