PASAR MODAL

Selasa, 21 Maret 2017 | 10:42 WIB

Rupiah Selasa Pagi Bertaji di Rp13.290

Rupiah Selasa Pagi Bertaji di Rp13.290
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat sebesar 24 poin menjadi Rp13.290, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.314 per dolar AS.

"Mata uang rupiah menguat terdorong tren pelemahan dolar AS di pasar global," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa (21/3/2017).



Rangga Cipta menambahkan bahwa aliran dana masuk ke pasar surat utang negara (SUN) juga masih cukup kuat sehingga menopang laju mata uang rupiah terhadap dolar AS. SUN di dalam negeri bertenor 10 tahun berada di kisaran 7,1 persen.

"Walaupun belum ada konfirmasi resmi dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P), harapan kenaikan peringkat utang menjadi layak investasi (investment grade) saat ini sangat kuat sehingga meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah," katanya.


Menurut dia, di tengah harapan yang optimistis itu membuka ruang penguatan rupiah masih tersedia meski dibayangi harga komoditas yang cenderung terganggu oleh harga minyak mentah dunia yang berada di bawah level 50 dolar AS per barel.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat dalam pertemuan G-20 tetap kukuh dengan kebijakan proteksionismenya, situasi itu direspon negatif oleh pelaku pasar karena kebijakan itu dinilai akan menghambat laju ekonomi AS.

"Pergerakan dolar AS cenderung melemah setelah pertemuan G-20 tersebut. Tentu saja kondisi tersebut membuat rupiah untuk kembali menguat," kata Reza.

Ia menambahkan bahwa potensi rupiah untuk melanjutkan penguatan juga masih terbuka menyusul fundamental ekonomi domestik yang masih cukup kuat. Bank Indonesia masih cukup optimistis terhadap perekonomian nasional tahun ini. [tar]
#rupiah #rangga cipta
BERITA TERKAIT
Rupiah Terdongkrak Kenaikan Harga Minyak
Rupiah Unjuk Gigi di Tengah Pernyataan Hawkish Fed
Dolar AS Kesulitan Pertahankan Dominasinya
Bunga Fed (Mungkin) tak Naik, Rupiah Semringah
Rupiah masih Respons Positif Data-data ini
Analis Cemaskan Pelemahan Lanjutan Rupiah
Penguatan Rupiah Seharusnya Bertumpu 2 Hal Ini

ke atas