NASIONAL

Selasa, 21 Maret 2017 | 11:33 WIB

Jual Beli Jabatan, KPK Panggil Inspektur Klaten

Indra Hendriana
Jual Beli Jabatan, KPK Panggil Inspektur Klaten
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Inspektur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten Syahruna terkait penyidikan kasus suap jual beli jabatan di tempat tersebut.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SHT (Sri Hartini, Bupati Klaten)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Bersama Syahruna, penyidik KPK juga melakukan panggilan terhadap seorang pihak swasta bernama Navin. Navin sedianya akan digali keterangannya untuk tersangka yang sama yakni Bupati Klaten Sri Hartini.


Diketahui, kasus ini sendiri berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, terhadap Sri Hartini. Dari OTT tersebut, ditemukan uang sebanyak Rp2 miliar yang tersimpan dalam dua kardus besar serta USD5.700 dan SGD2.035.

Penyidik KPK pun kembali melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Sri Hartini, KPK kembali menyita uang sebesar Rp3,2 miliar.

Rinciannya, uang Rp3 miliar disita dari kamar anak Bupati Klaten, Andy Purnomo dan Rp200 juta dari kamar Hartini. Dalam kasus ini, Andy disinyalir menjadi pengepul uang suap dalam kasus yang menjerat sang ibundanya.

Dalam kasus ini, KPK baru menjerat dua orang tersangka yakni Bupati Klaten, Sri Hartini yang diduga sebagai penerima suap dan Suramlan PNS yang diduga sebagai pemberi suap. Namun, tak menutup kemungkinan ada keterlibatan pihak lain dalam kasus skandal jual-beli jabatan ini. [rok]
#KPK
BERITA TERKAIT
Tersangka Penyuap Dirjen Hubla Segera Disidang
Ketua Panitia Proyek e-KTP Nyesal Terima Uang
Susah Bahasa, Saksi e-KTP Disuruh Pulang Hakim
Hakim Tipikor: Kebaikan dari Hongkong
(Pembahasan APBD-P Malang) KPK Minta Pejabat Kembalikan Uang Pokir
KPK Panggil Dewan Pengawas BPJS Kesehatan
KPK Lelang Tanah dan Bangunan Di Bandung

ke atas