DUNIA

Selasa, 04 April 2017 | 12:43 WIB

Teheran Bebaskan Warga AS yang Mogok Makan

Didi Prambadi
Teheran Bebaskan Warga AS yang Mogok Makan
Robin Shahini (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Teheran - Robin Shahini, seorang warga AS berdarah Iran yang melakukan mogok makan di penjara Iran, dibebaskan dengan jaminan.

Harian The New York Time mengabarkan Senin (3/4/2017), menurut badan pembela Hak Asasi Manusia di Iran, Robin dilepaskan sekitar dua pekan silam. Belum diketahu, apakah Robin dibebaskan untuk sementara waktu atau boleh meninggalkan Iran kembali ke AS. Eksekutif direktur Pusat HAM di Iran, Hadi Ghaemi menjelaskan, Robin diminta membayar jaminan sebesar US$60 ribu.

Robin Shahini, lulusan Universitas San Diego, ditangkap pemerintah Iran saat mengunjungi ibunya di Teheran, 2015 lalu. Baru Oktober tahun lalu, Robin diadili dan divonis 18 tahun penjara karena mengancam keamanan nasional Iran. Sejak tahun lalu, Robin Shahini melakukan mogok makan hingga kondisinya sangat lemah. Pihak Irak khawatir, bila tetap ditahan, Robin bakal semakin lemah dan mati. Padahal mereka tidak punya bukti kuat, ujar Hadi Ghaemi.

Warga AS lain yang ditahan termasuk Siamak dan Baquer Namazi, ayah dan anaknya yang ditahan dan divonis penjara 10 tahun. Juga ada Karan Vafadari, pemilik galeri seni Iran bersama Afarin Niasari, tanpa tuduhan jelas. Selain mereka, ada pula Robert A. Levinson yang hilang di Iran 10 tahun lalu. Pemerintah Teheran mengaku tak tahu menahu keberadaan Robert A. Levinson.

Iran menggangap warga AS keturunan Iran sebagai warga Iran, dan tidak perlu memberikan fasilitas diplomat dan konsuler, bagi warga negara asing.

#iran #as
BERITA TERKAIT
Teheran Klaim Penyiar TV Iran Ditahan di AS
Gedung Putih Pernah Minta Opsi Serang Iran
Israel Terus Gempur Iran di Suriah
Iran Tahan Seorang Veteran Angkatan Laut AS
Mantan Presiden Gbagbo Tetap Ditahan
Trump Berbohong, Dia Makin Terpojok
Perselisihan Trump dengan Ketua DPR Semakin Tajam

ke atas