EKONOMI

Kamis, 06 April 2017 | 17:09 WIB

Berharap Naik Peringkat Layak Investasi dari S&P

Berharap Naik Peringkat Layak Investasi dari S&P
(Foto: ilustrasi)


INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, Indonesia layak naik peringkat utang menjadi layak investasi (investment grade) yang dikeluarkan Standard and Poor's (S&P).

Kepala bidang Investasi Saham PT BNP Paribas Investment Partners, Aliyahdin Saugi mengatakan, sudah waktunya lembaga rating S&P menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasu. Lantaran, adanya perbaikan kinerja dan struktur belanja APBN. "Indonesia pantas untuk diperbaharui peringkatnya. Melihat alasan S&P pada tahun lalu karena bidang fiskal, sekarang itu sudah diperbaiki," kata Alyahdin di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Aliyahdin menyebutkan, kemungkinan besar S&P akan menaikkan peringkat utang Indonesia pada kajian yang akan dikeluarkan Mei 2017. Hal itu didukung perbaikan fundamental ekonomi Indonesia, yang terlihat dari kurs rupiah yang terus terjaga, berlanjutnya surplus neraca perdagangan dan juga terjaganya inflasi.

Namun, kata Aliyahdin, S&P juga bisa saja menahan peringkat utang Indonesia di level BB+ karena lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat itu memang memiliki standar yang cukup ketat. "Kemungkinan memang bisa dinaikkan, tapi saya tidak tahu pasti apakah itu kemungkinan, atau hanya harapan saja," ujar dia.

Jika S&P tetap menahan peringkat utang Indonesia, Aliyahdin meyakini, dampaknya terhadap peningkatan arus dana keluar, tidak akan besar. Hal tersebut karena investor sudah mengetahui perbaikan kondisi ekonomi dalam negeri dan stabiltas ekonomi yang terus terjaga. Kondisi itu berbeda saat Mei tahun lalu, ketika S&P menahan peringkat utang Indonesia dan akhirnya membuat peningkatan arus dana keluar. "Dampak capital outflow tidak akan sebesar tahun lalu," ujar dia.


Dari tiga lembaga pemeringkat internasional, yakni S&P, Fitch dan Moodys, hanya S&P yang belum memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia.

Positif S&P hanya memberikan peringkat BB+ untuk peringkat surat utang jangka panjang dan B untuk surat utang jangka pendek. Prospek untuk peringkat jangka panjang bagi Indonesia adalah positif.

Dalam kajiannya tahun lalu, S&P menekankan jika kerangka fiskal yang disusun pemerintah mampu diiringi dengan perbaikan performa melalui penurunan defisit anggaran dan jumlah pinjaman, tidak menutup kemungkinan peringkat Indonesia akan naik.

Sedangkan, dalam paparannya, BNP Paribas memerkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih cemerlang di tahun ini dibandingkan tahun lalu. Pendapatan emiten diperkirakan akan tumbuh 13-14 persen pada tahun ini, terutama emiten perbankan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diperkirakan akan melompat menjadi 5.900-6.000. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun juga diperkirakan di rentang 7,5-8% pada tahun ini.[tar]
BERITA TERKAIT
(Kuartal I (Januari-Maret)) Indofood Catatkan Laba Bersih Rp 1,2 T
Food Truck Jual Burger Laris Manis di Bangkok
(Jelang May Day 2017) Jokowi ke Hong Kong, Buruh Tetap Demo Istana
Walhi Ingatkan Dampak Lingkungan Tambang Freeport
Menteri Susi Dibikin Sewot Cantrang Ikan
Pesan Sri Mulyani untuk Wanita Karir di Kemenkeu
BI Tetap Waspadai Ketidakpastian Global

ke atas