EKONOMI

Selasa, 11 April 2017 | 04:09 WIB

Coca Cola Siap Tambah Investasi dalam Lima Tahun

uji sukma medianti
Coca Cola Siap Tambah Investasi dalam Lima Tahun
PT Coca Cola Amatil Indonesia (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Ternyata, pesona Indonesia di mata investor masih kuat. Salah satunya Coca-Cola Amatil (CCA), anak usaha PT Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), ingin ekspansi bisnis makanan&minuman (mamin).

Sekedar informasi saja, CCAI adalah perusahaan distributor, penjualan, manufaktur, dan distribusi minuman Coca Cola yang terkemuka itu. Berdiri sejak Januari 1992, atau 25 tahun beroperasi di Indonesia.

Dan, CCAI merupakan industri yang bergerak di industri kemasan Coca-Cola (pembotolan) terbesar di dunia. Kantor pusatnya berada di Sydney, Australia. Saat ini, sahamnya tercatat di Bursa Efek Australia.

CCAI mengoperasikan delapan fasilitas manufaktur di Sumatera, Jawa dan Bali, mempekerjakan dari 10.000 tenaga kerja, dan mendistribusikan jutaan minuman menyegarkan untuk lebih dari 700.000 outlet di seluruh Indonesia.

Lalu, apa saja rencana bisnis CCAI di Indonesia? Tiga media nasional, salah satunya INILAHCOM berkesempatan mewawancarai Presiden Direktur CCAI, Kadir Gunduz, bersama Managing Director Coca-Cola Amatil Group (Amatil) Alison Watkins di Pabrik CCAI, Cikedokan, Jawa Barat, Selasa lalu (4/4/2017) lalu. Berikut petikannya.

Apa saja rencana investasi strategis CCAI dalam waktu dekat?
Kadir Gunduz: Untuk lima tahun ke depan. Kami sebutkan bahwa investasi adalah dengan membangun infrastruktur.

Anda tahu, investasi itu berupa rencana (peningkatan) kapasitas produksi dan juga pusat mega dan induk distribusi. Selain itu, pengadaan kemampuan peralatan juga sangat penting bagi kami. Yang jelas, kami terus melakukan investasi yang notabene adalah bagian dari strategi bisnis kami.


Rencana investasi apa saja yang sudah direalisasikan?
Kadir Gunduz: Tahun 2015, Amatil dan The Coca-Cola Company (TCCC) memulai target ekspansi produksi, pergudangan dan infrastruktur minuman dingin di Indonesia. Sejak pengumuman investasi tersebut, CCAI telah membangun empat lini produksi minuman, satu Packaging Service Division (PSD) dengan tiga lini produksi preform, dan satu Mega Distribution Center (Mega DC) baru. Fasilitas PSD dan Mega DC yang terbaru terletak di Pandaan, Jawa Timur.

Apakah CCAI ada rencana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
Alison Watkins: Kami tidak memiliki rencana IPO, sebagaimana Pak Adhi Lukman (Ketua Umum GAPMMI) beberapa waktu lalu pernah katakan. Kami sudah merasa cukup mendapatkan suntikkan modal senilai 500 juta USD dari mitra kami pada tahun 2015 lalu.

Bisa disebutkan apa alasan CCAI tak tertarik masuk lantai bursa di Indonesia (IPO)?
Alison Watkins: Semenjak adanya suntikkan modal itu, CCAI telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat di seluruh lini bisnis dan terus menciptakan masa depan bisnis yang lebih kuat di Indonesia.

Apa yang diproduksi pada Affordable Small Sparkling Package (ASSP) terbaru senilai US$30 juta di Pabrik CCAI Cikedokan, Jawa Barat yang diluncurkan April ini?
Kadir Gunduz : Dengan investasi senilai 30 juta dolar AS yang baru ini, ASSP akan memproduksi botol plastik berkualitas tinggi dengan berat lebih ringan. Ini pertama di kelasnya di Indonesia dengan lapisan kaca yang akan meningkatkan durabilitas kemasan serta kesegaran produk.

Berapa total luas lahan setelah adanya lini baru ASSP di Pabrik Cikedokan ini?
Alison Watkins : CCAI Cikedokan dibangun di atas lahan seluas 10 hektar dan merupakan pabrik terbaru yang diakuisisi oleh CCAI dengan nilai investasi 124 juta dolar AS. Pabrik ini memiliki lima lini produksi, termasuk ASSP, dengan kapasitas produksi sekitar 188.000 botol per jam.

Ada berapa total lini produksi milik CCAI saat ini?
Alison Watkins: Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan kapasitas manufaktur, portfolio produk CCAI dalam distribusi dan penjualannya menjadi semakin lengkap. Hingga saat ini, CCAI mengoperasikan delapan lini produksi preform di dua fasilitas PSD, empat Mega DC, dan 38 lini produksi
pabrik manufaktur kelas dunia, termasuk Pabrik Cikedokan.

Berapa besar kontribusi CCAI terhadap bisnis Amatil secara keseluruhan?
Alison Watkins : Dengan pertumbuhan kelas menengah yang tinggi di mana setengah dari populasinya yang berjumlah 260 juta orang berusia di bawah 30 tahun, CCAI merupakan kontributor volume terbesar ke dua bagi bisnis Amatil. [ipe]
#investasi #cocacola
BERITA TERKAIT
Jemput Berkah Ekonomi, JK Hadiri KTT D8 di Turki
Jadi Bos Baru BP Batam, Ini Gebrakan Awal Lukita
Buka Investasi Timteng, Jokowi Ingin Keseimbangan
(3 Tahun Jokowi-JK) Leadership Jokowi di Mata Tom Lembong
(3 Tahun Jokowi-JK) Investasi Gemuk Aturan Bikin Frustasi Pemodal
(3 Tahun Jokowi-JK) Investor Masih Senang Tanam Modal di Jawa
PO&G Kepincut Bisnis Migas & Listrik di Indonesia

ke atas