GAYA HIDUP

Sabtu, 15 April 2017 | 14:40 WIB

Obati Epilepsi dengan Operasi

Mia Umi Kartikawati
Obati Epilepsi dengan Operasi
(Foto: Ilustrasi)



INILAHCOM, Jakarta - Sekitar 30 persen penyandang epilepsi tidak dapat mentolerir efek samping pengobatan. Karena itu menjadi kandidar kuat untuk menjalani pembedahan. Menurut Prof. Dr. Zainal Muttaqin, SpBS, Ph.D., konsultan bedah saraf dari Epilepsi Center RSU Bunda menjelaskan, bedah untuk epilepsi sudah dikenal sejak satu abad lalu, namun penggunanya mulai meningkar sejak tahun 80 - 90an. Hal ini menunjukkan bahwa bedah menjadi salah satu cara yang efektif untuk penyandang epilepsi. "Dulu pembedahan menjadi pilihan terakhir. Pasien umumnya sudah menerima berbagai jenis pengobatan anti epilepsi selama bertahun - tahun namun tidak banyak mengalami kemajuan. Sekarang pembedahan direkomendasikan dilakukan lebih awal karena hasil penelitian menunjukkan semakin awal pembedahan dilakukan, hasilnya akan semakin baik," kata Prof. Dr. Zainal Muttaqin, SpBS, Ph.D., saat ditemui di RS Bunda, Menteng, Jakarta, Sabtu (15/04/2017). Masih menurutnya, terdapat pertimbangan khusus sebelum melakukan tindakan pembedahan, diantaranya adalah seleksi pasien. Mempertimbangkan untung dan rugi, mengingat sebuah operasi apalagi dilakukan di otak yang sangat berisiko. Hal ini tidak selalu berakhir dengan kesuksesan. Ada beberapa jenis pembedahan untuk epilepsi, tergantung jenis penyakitnya. Secara umum bedah dilakukan untuk menghilangkan area penyebab kejang, mengintervensi jalur saraf yang menyebabkan kejang, atau menanamkan alat khusus pengendali kejang.
#epilepsi #kesehatan #operasi
BERITA TERKAIT
Intip Gaya Hidup Sehat Ferry Salim
Bebas Alkohol, Parfum Ulama Ini Klaim Bawa Berkah
PPLIPI Tingkatkan Solidaritas Antar Perempuan
Kacang Hijau dan Daun Adas Picu Produksi ASI
Museum Blanco Raih Penghargaan ISTA 2017 Kemenpar
Metode Pengobatan Kanker Ini Beri Harapan Baru
(Cheriatna, Pendiri PT Cheria Halal Holiday) Bisnis Wisata Halal Tak Pernah Sepi

ke atas