PASAR MODAL

Minggu, 16 April 2017 | 14:05 WIB

BEI: Investor Bengkulu Bertambah 25%

BEI: Investor Bengkulu Bertambah 25%
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Bengkulu - Bursa Efek Indonesia merilis angka investor Provinsi Bengkulu yang terjun ke pasar modal meningkat sekitar 25 persen pada triwulan I/2017 yakni bertambah.

Kepala Kantor PT Bursa Efek Indoensia (BEI) Perwakilan Provinsi Bengkulu Early Saputra di Bengkulu, Minggu (16/4/2017), menyebutkan pelaku pasar modal baru saja bertumbuh di daerah itu sebab model tersebut baru dikenal masyarakat sejak BEI mendirikan kantor dan beberapa universitas membuka galeri investasi pada 2017.

"Ini cukup menggembirakan, prospek ke depan masih sangat besar, ini pertumbuhan terbesar jika dibandingkan dengan triwulan - triwulan sebelumnya," kata dia.

Kini, yang tercatat di BEI ada 323 investor asal Bengkulu, serta sebanyak 1.249 Single Investor Identification (SID). Jumlah tertinggi masih di Kota Bengkulu yakni sebanyak 887 SID.


Sementara itu, untuk nilai investasi bertambah sekitar Rp1,5 miliar atau naik sekitar 8,4 persen pada tiga bulan pertama di 2017. Jumlah total investasi yang tercatat mencapai Rp19,3 miliar.

Sepanjang 2016, nilai investasi investor Bengkulu di pasar modal baru Rp17, 8 miliar, angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai investasi provinsi tetangga seperti Palembang atau Sumatera Barat.

"Melihat animo masyarakat yang ingin jadi investor, kami yakin sampai akhir 2017 ini angkanya akan meningkat pesat, apalagi banyak masyarakat yang sudah ikut ujian sertifikasi pialang saham," katanya.

Dua bulan terakhir ini, pialang saham di Bengkulu yang lulus ujian sertifikasi yakni berjumlah 50 orang. Saat ini mereka tinggal menunggu lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan. [tar]
#pt bursa efek indonesia #bei #investor #bengkulu
BERITA TERKAIT
BEI Sebut Saham Lapis Tiga Kurang Sentuhan
(Ulasan Sepekan) Kinerja IHSG dan Dana Asing Rp18,2 Triliun
BEI Padang Targetkan 10 Ribu Investor Baru
(Libur Saat Pilkada DKI) Inilah Revisi Kalender Libur Bursa Saham 2017
BEI: Broker Saham di DIY Masih Minim
Semen Indonesia Rembang Produksi Semester I-2017
Apa Makna Keputusan Bank Sentral Eropa?

ke atas