OLAHRAGA

Selasa, 18 April 2017 | 00:29 WIB

Pelatih Evaluasi Penampilan Ganda Campuran

Reza Adi Surya
Pelatih Evaluasi Penampilan Ganda Campuran
Pelatih kepala ganda campuran, Richard Mainaky (Foto: badmintonindonesia)


INILAHCOM, Jakarta - Pelatih kepala ganda campuran, Richard Mainaky akan melakukan evaluasi atas pencapaian anak asuhnya di Singapura Terbuka Super Series 2017.

Indonesia gagal mengirimkan satu pun wakil ganda campuran di babak semifinal. Praveen Jordan/Debby Susanto hanya sampai perempatfinal. Sementara tiga ganda campuran Pelatnas lainnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika dan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, sudah kalah dari babak pertama.



"Kami sudah persiapkan strateginya. Setengah jam pertama, mereka main sudah unggul. Namun, khususnya Jordan, masih kurang konsisten di lapangan, dia kurang sabar jadi suka membuat kesalahan. Akhirnya malah suka bingung, karena faktor errornya terlalu banyak," ungkap Richard, dikutip dari Badmintonindonesia.org.


"Saya rasa kendalanya bukan masalah teknis. Tapi karena persiapan saat latihannya yang kurang konsisten. Ini yang menjadi PR buat saya untuk memberikan program yang pas buat Jordan/Debby. Saya rasa sudah saatnya mereka bisa benar-benar menggantikan Tontowi/Liliyana," tambahnya.

Menurut Richard, kurang gregetnya penampilan ganda campuran pelapis merupakan risiko yang diambilnya karena sebelum Olimpiade 2016 fokus hanya diberikan kepada Tontowi/Liliyana.

"Ini merupakan risiko buat saya. Karena kemarin satu tahun setengah saya benar-benar konsentrasi buat persiapan Olimpiade. Sehingga untuk pemain muda hanya menjalankan program rutin. Bisa dibilang mereka dinomorduakan sementara. Dampaknya harus saya terima dan ke depannya harus bekerja keras lagi," katanya.

"Untuk Tontowi/Liliyana mereka butuh recovery yang cukup lama setelah Olimpiade. Agar kesegarannya bisa kembali di lapangan. Itu sebabnya saya merasa sudah saatnya Jordan/Debby untuk mengambil tongkat estafet dari Tontowi/Liliyana," tandasnya.
#singapuraterbuka

ke atas