GAYA HIDUP

Selasa, 18 April 2017 | 09:45 WIB

Cantik dengan Kulit Tanpa Bekas Luka

Mia Umi Kartikawati
Cantik dengan Kulit Tanpa Bekas Luka
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Memiliki kulit yang sehat adalah dambaan setiap orang. Lantas, jika kulit Anda terkena luka, apakah bisa kembali pulih seperti sedia kala?

Bagi banyak orang, bekas luka membutuhkan perawatan intensif yang menghabiskan waktu serta seringkali mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Untuk memahami adanya peluang pasar untuk krim pemudar bekas luka, kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan luka dan bagaimana luka bisa terbentuk.

Bagaimana luka tersebut terbentuk? Sebagai organ terbesar tubuh, kulit sangatlah halus dan rapuh. Ketika lapisan dermis atau epidermis mengalami kerusakan atau luka, jaringan kulit baru akan tumbuh di area yang rusak.

Bekas luka, walau seringkali tidak sedap dipandang, merupakan tanda positif bahwa tubuh sedang menjalani proses biologis dalam memperbaiki luka. Bekas luka berarti proses penyembuhan telah terjadi.

Meskipun jaringan kulit yang baru terdiri dari bahan kulit yang sama, namun kualitas dan tampilan jaringan kulit yang baru dipengaruhi berbagai faktor.

Faktor-faktor seperti kedalaman, ukuran, dan lokasi luka pada tubuh dapat mempengaruhi tampilan bekas luka. Faktor lain yang juga bisa mempengaruhi tampilan bekas luka adalah usia, jenis kelamin, etnis, dan faktor genetik dari masing-masing individu.

Para ahli perawatan luka saat ini percaya bahwa 3 faktor utama dalam perawatan bekas luka yang baik adalah hidrasi kulit, perlindungan kulit, dan hasil akhirnya adalah pemudaran tampilan bekas luka.

Berikut adalah beberapa jenis bekas luka yang umum ditemui, dimulai dari bekas luka Keloid.
Keloid adalah hasil proses penyembuhan kulit yang terlalu agresif, dimana jaringan kulit baru, tumbuh hingga area di luar luka. Jenis luka Keloid lebih umum ditemui pada orang yang berkulit gelap dan bisa terbentuk ketika kulit mengalami cedera.


Kedua adalah bekas luka Kontraktur yang terbentuk ketika kulit terbakar. Bekas luka ini bisa meresap, mempengaruhi ketegangan otot dan syaraf dan akhirnya membatasi gerak tubuh.

Ketiga adalah bekas luka Atrofi yang cenderung tampak kempis dan cekung karena rusaknya jaringan kolagen kulit. Bekas luka ini umum terjadi akibat jerawat dan penyakit cacar.

Keempat adalah Stretch Mark atau luka guratan yang umumnya ditemui pada wanita setelah melahirkan.

Bekas luka dapat timbul akibat luka apa saja, namun yang paling sering ditemui pada umumnya adalah akibat luka gores, luka bakar, luka bekas jerawat, luka bekas operasi, luka bekas penyakit cacar ataupun stretch mark. Artinya setiap individu kemungkinan besar memiliki bekas luka pada tubuhnya. PT. Interbat tahun ini merilis produk terbarunya, Laderma, krim yang efektif memudarkan bekas luka, untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi menyeluruh terhadap perbaikan luka, kata Mohamad Nurhadi, Brand Manager Laderma seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa (18/04/2017).

Laderma diformulasi oleh spesialis perawatan luka di Eropa untuk memudarkan bekas luka lama dan baru lewat keunggulan bahan alami. Keunggulan Laderma yang pertama adalah formula uniknya yang sudah teruji di rumah sakit dan klinik luka bakar di Jerman, Belanda dan Belgia sehingga efikasinya telah terbukti klinis.

Laderma mampu bekerja secara efektif pada berbagai jenis luka seperti luka gores, luka bakar, luka bekas jerawat, luka bekas operasi bahkan sampai luka kronis.

Keunggulannya yang kedua adalah kandungan bahan-bahan alaminya yang sudah terbukti efektif untuk memudarkan bekas luka. Bahan Aruba Aloe Vera yang digunakan dalam Laderma memiliki efek anti inflamasi untuk mengurangi iritasi dan membuang sel kulit mati serta melindungi sel kulit baru.

Aloe Vera juga dikenal unggul dalam meningkatkan produksi kolagen yang mampu mempercepat penyembuhan kulit. (tka)
#kulit #bekas #luka #cantik #sehat
BERITA TERKAIT
Intip Gaya Hidup Sehat Ferry Salim
Bebas Alkohol, Parfum Ulama Ini Klaim Bawa Berkah
PPLIPI Tingkatkan Solidaritas Antar Perempuan
Kacang Hijau dan Daun Adas Picu Produksi ASI
Museum Blanco Raih Penghargaan ISTA 2017 Kemenpar
Metode Pengobatan Kanker Ini Beri Harapan Baru
(Cheriatna, Pendiri PT Cheria Halal Holiday) Bisnis Wisata Halal Tak Pernah Sepi

ke atas