GAYA HIDUP

Selasa, 18 April 2017 | 13:30 WIB

Tekan Tingkat Glukosa dalam Darah dengan Insulin

Mia Umi Kartikawati
Tekan Tingkat Glukosa dalam Darah dengan Insulin
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Penderita diabetes kerap mengalami kondisi yang fluktuatif. Ketika mengalami tingkat glukosa tinggi, biasanya diberikan treetment yang lebih ampuh dengan pengobatan insulin.

Menurut dr. Pande Made Satrya DP saat ditemui di acara media workshop Peringatan Hari Diabetes, Jakarta, ketika orang mengidap diabetes tipe 2, maka insulin yang hadir di dalam tubuh tidak mencukupi. Karena itu, penderita diabetes membutuhkan dua obat yang dapat menyembuhkan, yaitu obat oral atau pun insulin.



Product Senior Manager PT. Kalbe Farma Tbk, dr. Fauzi Imam Sambodo, menjelaskan insulin basal memiliki durasi kerja hingga 24 jam. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah basal di malam hari. kemudian, juga dapat mengontrol kadar glukosa dalam darah sepanjang hari.


"Peluncuran insulin biosimiliar memang fokus pada JKN. Harga jualnya pun lebih murah sekitar 32 persen dibanding insulin biasa, sehingga dapat menghemat belanja obat. Sejak 8 April lalu sudah masuk di E-Katalog," papar dr. Fauzi saat ditemui di acara Kalbe Farma, Jakarta, Senin (18/04/2017).

Masih menurut dr. Pande, para pasien diabetes yang sudah diberikan insulin, tidak perlu diberikan obat oral. Hal ini agar menghindari terjadinya kadar glukosa dalam darah yang sangat rendah.

"Jika sudah diberikan insulin, biasanya pasien tidak diberikan obat oral lagi. Jika memang pasien sudah mendapatkan tingkat glukosa dalam darah yang menginjak normal, sesuai anjuran dokter, memungkinkan pasien untuk kembali mengkonsumsi obat oral. Hal ini tergantung dari keadaan kesehatan masing - masing pasien," kata dr. Pande Made Satrya DP.(tka)
#glukosa #darah #insulin
BERITA TERKAIT
Ini Cara Memilih Beras yang Baik dan Sehat
Efek Psikologis Stres Dapat Timbulkan Kanker
Ini yang Harus Diperhatikan Ketika Tes Kehamilan
Metode Deteksi Cedera Otot
Tips Penting Terapi Menjaga Jantung
Konsumsi Kafein Saat Hamil dan Menyusui Baik?
Berjalan Kaki Dapat Kurangi Risiko Alzheimer

ke atas