GAYA HIDUP

Rabu, 19 April 2017 | 17:00 WIB

Aksi GenRe Dapat Dukungan dari Remaja Banyuwangi

Mia Umi Kartikawati
Aksi GenRe Dapat Dukungan dari Remaja Banyuwangi
Ratusan Remaja Bertekad Menunda Nikah Dini Dalam Aksi Genre di Banyuwangi (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Banyuwangi - Aksi Generasi Berencana atau GenRe yang menjadi program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendapat dukungan dari ratusan remaja di Banyuwangi.

Beberapa waktu lalu, ratusan remaja berikrar menunda nikah usia dini dalam aksi GenRe tersebut di Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka bertekad untuk menjadi Generasi Muda yang berdaya guna dan membawa kemajuan bagi bangsa.

Aksi GenRe yang bertemakan festival budaya banyuwangi ini merupakan perdana dari ajang sosialisasi program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi remaja yang rencananya diselenggarakan di 10 Provinsi diantaranya Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Kalbar, NTB, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Lampung, Sulawesi Barat.

Terdapat 4 (empat) poin penting yang disepakati dan di ikrarkan remaja Indonesia dalam aksi GenRe tersebut, sebagai berikut.

1. Bertekad tidak menikah di usia muda. Usia ideal yaitu minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki - laki. Menghindari seks pranikah dan penyalahgunaan NAPZA.

2. Bertekad mempromosikan GenRe kepada seluruh Remaja Indonesia.

3. Siap membantu program pemerintah dalam membangun karakter remaja yang berintegritas, etos kerja dan gotong royong.


4. Terakhir, siap menjadi contoh, model dan idola bagi teman sebaya.

Dalam Aksi GenRe terdapat pelayanan kesehatan untuk remaja, pojok curhat, serta donasi buku dari remaja untuk perpustakaan kampus. Tak lupa permainan tradisional berupa egrang turut dilombakan dan beberapa aksi seni seperti paduan suara, rap, acapela yang isi pesannya khusus untuk remaja ikut menyemarakan aksi dari remaja, oleh remaja dan untuk remaja tersebut.

Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty menyatakan bahwa GenRe merupakan intervensi terhadap tantangan dan permasalahan remaja di Indonesia. Hal tersebut dilakukan karena hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035, tahun 2016 mencatat bahwa jumlah generasi muda usia 10-24 tahun di Indonesia mencapai 66,3 juta jiwa. Artinya, 1 di antara setiap 4 orang Indonesia adalah remaja.

"Jumlah remaja yang besar tersebut akan dapat menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara Indonesia apabila dikelola dengan baik, karena itu membina mereka adalah investasi masa depan, " seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima, Jakarta, Rabu (19/04/2017).

Melalui Program GenRe, remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja yaitu melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat, dan mempratikkan hidup sehat.

Kedepannya, Surya berharap dengan menerapkan 5 transisi kehidupan, emaja akan terhindar dari Nikah Muda, Seks Pranikah dan Penyalanggunaan Napza dan dapat menjadi bagian dari Generasi emas Indonesia.

Generasi emas nantinya diharapkan menjadi generasi yang cerdas dan komprehensif, yaitu produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, serta berperadaban unggul.
#remaja #banyuwangi #aksi #GenRe #Generasi #Berencana #B
BERITA TERKAIT
Dampak Sosial dari Menstruasi Terhadap Perempuan
Remaja Hamil Berisiko Terkena Kanker Serviks
"Four Ever Sale (Not)", Bagi-bagi Diskon Fantastis
Kenali Lebih Jauh Gejala Gangguan Tiroid
KLHK Kembangkan Potensi Wisata Alam Konservasi
Kami Idea Terinspirasi dari Capung
Ini Alasan Pria Perlu Tahu MKM

ke atas