EKONOMI

Kamis, 20 April 2017 | 00:29 WIB

Menko Darmin: Utang Negara Boleh Naik, Asalkan...

m fadil djailani
Menko Darmin: Utang Negara Boleh Naik, Asalkan...
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution bilang tak perlu risau perihal utang luar negeri. Jangan hanya terpaku kepada angkanya semata namun manfaatnya.

Dengan kata lain, kata Darmin, utang luar negeri haruslah dilihat produktivitasnya. Semisal, utang pemerintah sebagian besar dialokasikan untuk membangun infrastruktur. Artinya, utang tersebut diarahkan untuk sektor yang produktif. "Kita kan banyak membangun infrastruktur. Diupayakan mayoritas jangan dari APBN. Namun peran swasta dan BUMN," kata Darmin usai pencoblosan Pilkada DKI Jakarta di Pancoran, Jakarta, Rabu (19/04/2017).



Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru mengenai utang luar negeri (ULN) Indonesia. Per Februari 2017, ULN tercatat US$321,70 miliar, atau setara Rp4.278 triliun.


Angka ini naik dibanding Januari 2017 yang mencapai US$320,92 miliar. Posisi utang Februari 2017 juga naik dibanding Desember 2016 yang mencapai US$316,78 miliar.

Masih kata Darmin, terbatasnya APBN untuk membiayai infastruktur, membuat pemerintah harus berhutang. "Karena sudah belasan bahkan dua pulu tahunan, pembangunan infrastruktur enggak jalan. Jalan namun sangat lambat, enggak memadai. Akibatnya, ekonomi rakyat enggak bergerak. Semuanya itu penyebabnya infrastruktur," terang Darmin.

Meski demikian, lanjut Darmin, peningkatan ULN Indonesia per Februari 2017 itu, memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional. Khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Apa boleh buat, itu (infrastruktur) kan perlu biaya. Tetapi, sekali investasi, terpakainya 20 hingga 30 tahun," tandas Darmin. [ipe]
#menkodarmin #bi #utang
BERITA TERKAIT
Sinyal Reshuffle, Kasihanilah Rakyat Pak Presiden
Bela Sawit RI, Darmin Siap Lobi Parlemen UE
Utang Tinggi, Tiap Bayi Lahir Berutang Rp16 Juta
Utang Luar Negeri US$328,2M, BI Bilang Masih Aman
Garuda Dikepung Masalah Keuangan, HIPMI Miris
Harapan Besar BI kepada Paket Ekonomi Jilid XV
Inilah Target Paket Kebijakan Ekonomi ke-XV

ke atas