MOZAIK

Jumat, 21 April 2017 | 21:00 WIB
(Syair)

D. Zawawi Imrom: Hutan

D. Zawawi Imrom: Hutan
(Foto: Ilustrasi)


Lagumu gemuruh
Menampilkan berpuluh elang berpuluh banteng
Di hutan-hutan sangsiku
Angin yang runtuh dari pohon-pohon
Menjelma permadani di lembah timur



Kuhitung tahun-tahun
Yang berjalan menghancurkan mega dan mega
Dan hujan yang menyerbu dari perut gua
Mengekalkan diamku di ketiak batu
Gemuruh itu ternyata miliku juga
Mengurai bulu-bulu mataku di pelupuk rimba
Dalam begini engkau sebagai seorang pertapa
Tempat sembunyi burung dan kupu-kupu
Tombak pun jadi tersenyum di dalam batu


[D Zawawi Imron]
#DZawawiImrom #syair #puisi #indonesia
BERITA TERKAIT
(Syair) D. Zawawi Imrom: Dialog Bukit Kamboja
Awas! Menyandang Gelar Haji Termasuk Riya'?
Asal Usul Gelar Haji Indonesia Masa Kerajaan Islam
Ternyata Gelar Haji Awalnya Diberikan oleh Belanda
Ternyata ini Asal Usul Pemberian Gelar Haji
(Syair) D. Zawawi Imrom: Losari Tengah Malam
(Syair) D. Zawawi Imrom: Sarang

ke atas