DUNIA

Kamis, 20 April 2017 | 14:33 WIB

Pelarian Politik China Kembali dari Taiwan

Didi Prambadi
Pelarian Politik China Kembali dari Taiwan
(Foto: euronews)


INILAHCOM, Taipei - Pelarian politik dan aktivis anti-korupsi China, Zhang Xiangzhong kembali pulang ke China, Rabu (19/4/2017) setelah minta suaka politik ke pihak imigrasi Taiwan

The New York Times mengabarkan, Zhang tiba di Taipei bersama sebuah rombongan untuk kunjungan wisata selama delapan hari. Namun sehari kemudian, Zhang melarikan diri dari rombongannya, kemudian memberikan wawancara dengan Radio Free Asia.




Dalam wawancara yang berlangsung dua hari kemudian itu, Zhang yang dikenal pejuang anti-korupsi itu mengungkapkan, berniat melamar menjadi pengungsi politik ke Pemerintah Taiwan. Namun tiba-tiba Zhang kembali bersama rombongannya dan bertolak ke Beijing. Menurut Dewan Urusan China Daratan, permohonannya tidak dapat diterapkan dalam peraturan izin tinggal yang baru berlaku di Taiwan. Dan Zhang Xiangzhong mengerti kondisi itu, sehingga secara sukarela kembali pulang ke China, bunyi pernyataan resmi dewan tersebut.

Taiwan tidak lagi memberikan suaka politik bagi warga China, setelah terjadi sejumlah pembajakan pesawat oleh para pemohon asilum China, pada 1990-an. Padahal sebelumnya, Taiwan memberikan izin tinggal lama bagi pemohon suaka politik dari China.

Dalam penuturannya kepada Radio Free Asia, Zhang mengaku mengikuti jejak Lee Ching-yu. Istri aktivis hak asasi manusia Lee Ming-cheh ini, diberi izin tinggal di Taiwan, setelah suaminya ditahan Pemerintah Beijing dan tak diberi kesempatan untuk berhubungan dengan pengacaranya. Karena itu, Lee Ming-cheh menyumbangkan seluruh buku dan uang simpanannya kepada keluarga para pengacara hak-hak asasi manusia China.
#china #taiwan
BERITA TERKAIT
China Hukum Pelaku Pelecehan Lagu Kebangsaan
Perempuan Penyelundup Narkoba Divonis Seumur Hidup
Angkatan Laut China dan Iran Gelar Latihan Militer
Menantu Deng Xiaoping Ditangkap Karena Korupsi
Demi China, Panama Putuskan Hubungan dengan Taiwan
China Kerahkan Nelayan Kuasai Laut China Selatan
Dua Maskapai Iran Beli Puluhan Jet Airbus

ke atas