EKONOMI

Jumat, 21 April 2017 | 09:09 WIB

Ampuhkah HET Jaga Stabilitas Harga? Ini Kata DPR

m fadil djailani
Ampuhkah HET Jaga Stabilitas Harga? Ini Kata DPR
Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto (Foto: istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Ritel modern diwajibkan mematuhi aturan harga eceran tertinggi (HET) untuk tiga komoditas, yakni gula pasir, minyak goreng, dan daging beku. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga. Efektif?

Kebijakan yang ditelorkan Kementerian Perdagangan ini muncul lantaran ritel modern dianggap sebagai penentu harga (leader price). Dipandang sebagai acuan bagi penentuan harga di pasar tradisional.

Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto mengatakan, kebijakan ini bisa berhasil jika pasokan pangan, benar-benar mencukupi menjelang bulan Puasa dan Lebaran. "Yang penting itu pasokannya, jika stok ada kebijakan ini akan berhasil," kata Darmadi saat berbincang dengan INILAHCOM, Jakarta, Kamis (20/04/2017).

Menurut Darmadi, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional, ini memang perlu dijaga. Agar kenaikannya bisa terpantau, terkontrol dengan baik. Langkah ini perlu dilakukan guna melindungi kepentingan konsumen yakni masyarakat bawah yang selalu berinteraksi dengan pasar tradisional.

"Harga di tingkat pasar tradisional memang harus diatur, agar tak berlebihan (kenaikan). Apalagi menjelang Puasa dan Lebaran. Tapi semuanya akan sia-sia kalau stoknya ternyata tidak mencukupi," papar politisi PDIP ini.


Selain itu, papar Darmadi, mahalnya harga pangan di tingkat pasar tradisional, dipicu pula olah jalur distribusi yang panjang. Sehingga memantik mahalnya biaya logistik. Ujung-ujungnya, pedagang atau distributor harus menaikkan harga jual.

"Saya kira kebijakan HET ini cukup bagus, namun juga harus diikuti dengan jaminan stok dan distribusi yang baik. Jika semuanya itu terjaga, kemungkinan besar harga di tingkat pasar tradisional, bisa terkendali," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, HET merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan para pengusaha. Dia menyebut, HET gula, yakni Rp 12.500 per kg, minyak goreng Rp 11 ribu, dan daging beku Rp 80 ribu per kg.

Dia meyakini, kebijakan ini akan membuat harga kebutuhan pangan di pasaran akan turun. Lantaran, harga komoditas mengikuti harga yang ada di ritel modern.

Dia mengatakan, harga ini akan berlaku sampai September 2017, lalu dievaluasi. Menurut dia, harganya juga kemungkinan turun. "Harga tidak berlaku hanya sampai Ramadan, berlaku terus dan nanti September kami akan evaluasi bisa tidak diturunkan lebih jauh. Karena kita tahu persis harga pokoknya," ujar Enggar. [ipe]
#mendagenggar #het #ritel #dpr #harga
BERITA TERKAIT
(Sidak Distributor dan Pabrik Gula) Mendag Enggar Semakin Yakin HET
KBUMN: Holding BUMN tak Sekedar Melebur Perusahaan
Pertamina Dijadikan BUK, DPR tak Diajak Bicara
(Jelang Puasa dan Lebaran) Menko Darmin Endus Ada Penimbun Gula
Kemendag: Harga Pangan di Samarinda Melanggar HET
(Jelang Puasa dan Lebaran) Daging Impor Masih Jadi Andalan Pemerintah
(Jelang Puasa dan Lebaran) Harga Sembako Naik, Mendag Enggar Malah Senang

ke atas