NASIONAL

Jumat, 21 April 2017 | 00:01 WIB

Program DP Rumah 0 Persen Jangan Dipaksakan 2017

Willi Nafie
Program DP Rumah 0 Persen Jangan Dipaksakan 2017
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)


INILAHCOM, Jakarta - Sesuai Proses hitung cepat dari berbagai lembaga survei memenangkan pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran ke-2.

Hal tersebut membuat publik mulai menagih janji kampanye pasangan nomor urut 3 tersebut, salah satunya, terkait rumah seharga Rp350 juta dengan DP 0 persen.



Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Berly Martawardaya mengatakan program rumah DP 0 persen bisa diterapkan dengan mensiasatinya melalui angsuran yang lebih panjang. Misalnya, angsuran hingga 30 tahun dengan cicilan Rp300.000 perbulan.


"Itu (soal rumah DP 0 persen) harus masuk APBD tahun depan paling cepat, justru kalau dipaksakan sekarang tambah jelek," kata Berly, dalam acara diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017).

Menurut Berly, saat ini yang pertama harus dilakukan oleh Anies-Sandi adalah
menghitung kapasitas visikal jumlah prioritas yang wajib mendapat rumah DP 0 persen tersebut. Kemudian memperkuat data base dan menerapkan sanksi kuat bagi yang melanggar.

"Jadi harus double check. Ini bukan untuk ditinggali bukan untuk jadi prestasi atau berjulan lagi," tuturnya.

Diketahui, sesuai penuturan Anies-Sandi soal program rumah DP 0 persen, masyarakat yang ingin membeli rumah diminta menabung selama 6 bulan di Bank DKI. Kemudian hasilnya, sebagai pengganti DP yang nilainya mencapai 10 persen dari harga rumah. Kemudian, cicilannya dapat mencapai 30 sampai 35 tahun dan program khusus bagi warga ber-KTP DKI Jakarta.[jat]
#pilkadadki2017 #aniesbaswedan #sandiagauno #salamber
BERITA TERKAIT
SAR Pantau Mudik Gilimanuk-Ketapang Lewat Udara
Jalur Nagreg Padat, Diimbau Lewat Jalur Alternatif
Kapolda Jatim Pantau Mudik di Perbatasan
Korban Banjir Sulteng Terima Bantuan
Gempa 4,7 SR Guncang Gorontalo
254 Polisi Amankan Candi Borobudur
H-2, Sudah 11 Pemudik Tewas di Jembrana

ke atas