TEKNOLOGI

Jumat, 21 April 2017 | 13:14 WIB

Malware Cenderung Serang PC Ketimbang Smartphone

Malware Cenderung Serang PC Ketimbang Smartphone
(Foto: ZDnet)


INILAHCOM, Jakarta - Kesemrawutan digital atau digital clutter merupakan suatu fenomena yang mengganggu perangkat digital modern dikarenakan semakin meningkatnya risiko terhadap data-data yang tersimpan di smartphone, tablet, ataupun PC.

Risiko ini timbul karena buruknya 'kerapihan' digital dari para pengguna. Penelitian terbaru dari Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa sikap pengguna terkait perawatan aplikasi dan pemeliharaan perangkat yang menyebabkan data-data sensitif pada PC dan tablet menjadi sangat rentan terhadap ancaman keamanan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mengontrol konten di perangkat merupakan sebuah tugas yang cenderung dihindari oleh pengguna. Hanya ada setengah dari pengguna yang merevisi konten pada komputer dan tablet mereka secara teratur, tetapi cuma dua dari tiga pengguna (63 persen) yang melakukan hal ini pada smartphone mereka.

Namun, perilaku ini biasanya dikarenakan smartphone memiliki memori kurang dari komputer dan tablet. Bahkan, 35 persen dari pengguna telah menghapus aplikasi pada smartphone mereka karena kurangnya penyimpanan, sedangkan hanya 13 persen dari pengguna pada PC melakukan hal yang sama.

Seperempat pengguna tidak ingat kapan terakhir kali mereka melakukan uninstall aplikasi di PC mereka, angka ini turun menjadi 12 persen untuk smartphone. Hal ini menyebabkan situasi di mana sepertiga dari aplikasi pada komputer pengguna menjadi sia-sia karena tidak pernah digunakan, tetapi tetap berada pada hard disk, memakai banyak ruang dan berpotensi berjalan di latar belakang, sehingga menempatkan data-data sensitif menjadi berisiko.

Semua perangkat kita menyimpan data-data sensitif oleh karenanya harus dilakukan pemeliharaan dengan cara yang sama. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengguna tidak memperlakukan perangkat mereka sama pentingnya.

Survei menemukan bahwa 65 persen dari pengguna melakukan pembaruan aplikasi di smartphone mereka segera setelah diluncurkan, memberikan aplikasi tersebut dengan patch keamanan dan update terbaru.

Sebaliknya, pengguna cenderung lambat dalam memperbarui aplikasi pada tablet dan PC, masing-masing hanya 42 persen dan 48 persen yang memperbarui aplikasi sesegera mungkin.

Akibat dari perilaku ini, pengguna mengambil resiko akan timbulnya berbagai permasalahan yang disebabkan menumpuknya kesemrawutan digital di perangkat, terutama pada PC mereka.

Hasil statistik Kaspersky Lab menunjukkan kepada kita bahwa pengguna lebih sering menghadapi malware pada PC dibanding perangkat mereka lainnya (28 persen apabila dibandingkan dengan 17 persen pada smartphone).

Yang mengkhawatirkan, penelitian menemukan adanya kontradiksi dalam sikap pengguna terhadap perangkat mereka dan ancaman yang mereka hadapi di perangkat tersebut.

Menurut survei, meskipun sikap pengguna cukup berisiko dalam mengelola kesemrawutan di komputer serta ancaman yang lebih besar dari infeksi malware pada perangkat ini, tetap saja sebagian besar pengguna masih menganggap PC menjadi tempat paling aman bagi data-data mereka.

"Perangkat digital yang kita gunakan setiap hari menyimpan data-data berharga yang pastinya pengguna tidak ingin jatuh ke tangan yang salah atau kehilangan karena perangkat mengalami crashing atau terinfeksi malware," kata Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.


Menurut dia, memerangi kesemrawutan digital mengharuskan pengguna untuk mengambil tindakan seperti mengelola, membersihkan dan memperbarui aplikasi di semua perangkat milik mereka.

"Perawatan dan pemeliharaan harus menjadi prioritas dalam kehidupan digital Anda, seperti dalam dunia nyata, dalam rangka menghindarkan diri dari aksi kejahatan para peretas," ujarnya.

Dalam rangka menjaga perangkat digital Anda aman, Kaspersky Lab menyarankan untuk mengambil langkah-langkah berikut ini:

1. Memperbarui aplikasi

Sangat penting bagi pengguna untuk memperbarui aplikasi secepat mungkin jika versi terbaru sudah dirilis karena mungkin saja dalam pembaruan terdapat patch keamanan yang mampu mencegah atau mengurangi kerentanan dalam aplikasi

2. Membersihkan aplikasi

Pengelolaan aplikasi smartphone secara tidak benar juga merupakan ancaman keamanan karena aplikasi sering mengirimkan data bahkan ketika mereka tidak sedang digunakan.

3. Ubah pengaturan aplikasi

Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengatur bagaimana aplikasi berinteraksi dengan perangkat. Sebagai contoh, aplikasi bisa mendapatkan akses ke data-data sensitif milik pengguna, melacak lokasi pengguna dan berbagi data milik pengguna dengan server pihak ketiga.

Kegagalan dalam mengelola pengaturan ini dapat berakibat aplikasi yang tidak terpakai mendapatkan akses ke data-data pada perangkat tanpa pengguna sadari.

4. Gunakan perangkat lunak khusus

Menginstal perangkat lunak khusus yang dapat membantu pengguna untuk membedakan aplikasi yang berperilaku mencurigakan dari yang tidak digunakan, serta aplikasi mana yang perlu diperbarui.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang fitur ini dalam solusi keamanan andalan Kaspersky Lab untuk pengguna rumahan, Anda dapat langsung sambangi tautan berikut ini.
#Kaspersky #KasperskyLab #peretas #hacker
BERITA TERKAIT
Waspada, Kenyataan Pahit dari Kencan Online
Equifax Bobol, Data 700.000 Warga Inggris Diretas
Israel Sebut Rusia Gunakan Kasperksy untuk Meretas
Kaspersky Bantah Pemberitaan Wall Street Journal
Bobol Komputer NSA, Peretas Rusia Pakai Kaspersky
(Nissan GT-R/C) Mobil Balap Ini Dikendalikan via Controller Game
Qualcomm Resmi Kenalkan Chipset Snapdragon 636

ke atas