EKONOMI

Jumat, 21 April 2017 | 11:01 WIB

Menkeu: Ekonomi Sangat Tergantung Produktivitas

M Fadil Djailani
Menkeu: Ekonomi Sangat Tergantung Produktivitas
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Washington - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya produktivitas sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Masa depan kita akan semakin bergantung pada perbaikan produktivitas multi faktor. Produktivitas di sektor manufaktur telah mendukung pertumbuhan TFP (Total Factor Productivity) di Indonesia namun secara keseluruhan pertumbuhannya masih rendah," kata Sri Mulyani seperti mengutip laman resmi Kementerian Keuangan Jumat (21/04/2017).

Menkeu menyampaikan pernyataan tersebut dalam kegiatan East Asia Pacific Department (EAP) Seminar on Unleashing Productivity: The Key to Sustainable Inclusive Growth pada Kamis (20/04) di gedung J, kantor pusat Bank Dunia, Washington, D.C, Amerika Serikat, dalam rangkaian acara Bank Dunia/World Bank (WB) - Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund (IMF) Spring Meetings 2017.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyampaikan bahwa sektor manufaktur sebagai kontributor tertinggi terhadap pertumbuhan PDB di Indonesia, sementara layanan adalah komponen terbesar dalam pertumbuhan ekonomi.


Menurut Menkeu, Indonesia memiliki bonus demografi, dimana sekitar 60% penduduk Indonesia berusia di bawah 39 tahun yang memiliki potensi kreativitas dan inovasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi.

"Oleh karena itu, dalam lingkungan yang berubah dimana persaingan global semakin ketat, Indonesia pada dasarnya memiliki banyak potensi dalam mengembangkan kewirausahaan, terutama bagi pengusaha muda dan perempuan," jelas Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Menkeu menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah menetapkan beberapa kebijakan strategis untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur di Indonesia, antara lain: (1) memfasilitasi pertumbuhan industri pendukung, (2) memperbaiki infrastruktur: jalan, pelabuhan dan energi, (3) meningkatkan iklim investasi, (4) mengoptimalkan industri nasional untuk bergabung dengan global value chain.

Untuk kelima, deregulasi yang berkelanjutan dalam bidang logistik dan distribusi, (6) menjamin ketersediaan faktor produksi dengan harga yang kompetitif, khususnya energi, (7) meningkatkan produktivitas subsektor manufaktur dengan lapangan kerja yang tinggi melalui penyediaan tenaga kerja yang sangat terampil, dan (8) meningkatkan pendidikan melalui pendidikan konvensional dan kejuruan Sekolah. [hid]
#taxamnesty #menkeusmi #pdb2017 #jokowi
BERITA TERKAIT
Ini Tujuan Perbaikan Skema Proyek Infrastruktur
Anggaran Jumbo untuk Bencana, SDM & Infrastruktur
Pemerintah Ingin Proyek LRT Tanpa Korupsi
Inilah Tanda Ekonomi Berkualitas Versi Darmin
Sri Mulyani Ingatkan Jangan Tergiur Bitcoin
Mulyani Jamin Defisit Anggaran 2017 Menclok 2,2%
DJKN Kemenkeu Terus Buru Aset 22 Penikmat BLBI

ke atas