EKONOMI

Jumat, 21 April 2017 | 14:55 WIB

Larangan Ekspor CPO Ancam Penerimaan Negara?

uji sukma medianti
Larangan Ekspor CPO Ancam Penerimaan Negara?
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang ditetapkan oleh Uni Eropa, dikhawatirkan bisa menggerus pendapatan negara.

Ihwal larangan ini, Ferdinand Situmorang, Direktur Kajian Ekonomi Agroindustri Indonesia Development Monitoring (IDM) bilang, impian Presiden Joko Widodo tentang pertumbuhan ekonomi bisa 5,6% di 2018, bakal menjadi pepesan kosong.


"Akibat ketidakbecusan dan peyelewengan dana kampanye industri sawit Indonesia, akhirnya menyebabkan parlemen Uni Eropa menuduh Industri sawit Indonesia banyak pengrusakan hutan,memperkerjakan anak-anak, serta marak prateknya korupsi dalam pengadaan lahan sawit serta ,pelanggaran pelanggaran HAM yang selama ini di kampanyekan oleh para LSM lokal dan luar negeri ," kata Ferdinand melalui rilis di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Menurut Ferdinand, harus ada evaluasi terhadap Kementerian dan lembaga terkait. Kenapa bisa muncul pelarangan ekspor CPO oleh Uni Eropa. "Presiden Joko Widodo jangan menganggap enteng persoalan larangan ekspor CPO oleh Uni Eropa karena akan banyak berdampak buruk pada perekonomian didaerah yang memiliki Perkebunan sawit," tandasnya. [ipe]
#bk #ekspor #cpo #sawit #gapki #menterisiti
BERITA TERKAIT
Rencana Kerja Dicabut, RAPP Siap Berunding
Program Replanting Demi Kesejahteraan Petani Sawit
Swasta Dukung Program Replanting Sawit Nasional
Jokowi Pegang Cangkul Tandai Replanting Sawit
(Bangun Negara dari Pinggiran) Kementan Ekspor Bawang Merah NTT ke Timor Leste
Lawan Kampanye Hitam, RI Kuatkan Diplomasi Sawit
Permintaan & Harga Mulur, Ekspor Karet Sumut Naik

ke atas