EKONOMI

Jumat, 21 April 2017 | 16:38 WIB

Dapat Order Seragam 30 Negara, Jokowi Puji Sritex

Dapat Order Seragam 30 Negara, Jokowi Puji Sritex
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Sukoharjo - Presiden Joko Widodo menyatakan bangga lantaran salah satu brand asal Indonesia, yakni Sritex, mampu menembus pasar dunia.

Pujian itu dilontarkan Presiden Jokowi saat meresmikan perluasan pabrik tekstil PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/4/2017). "Kita lihat Sritex, satu bukti brand Indonesia yang merajai pasar dunia," kata Jokowi.



Informasi saja, Sritex baru saja berinvestasi Rp2,6 triliun untuk ekspansi usaha berupa pabrik anyar untuk memproduksi seragam militer. Pabrik ini mendapat pesanan seragam militar dari 30 negara. Dari jumlah itu, delapan negara berada di kawasan Eropa.

Sritex bahkan memproduksi seragam militer untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Tidak hanya itu, Sritex juga merupakan satu-satunya pemegang lisensi di Asia yang berhak memproduksi seragam militer Jerman.

Meski begit, Jokowi menyayangkan masih adanya perilaku masyarakat Indonesia kurang mencintai produk dalam negeri. "Orang kita kalau beli barang brand luar negeri beli di luar negeri inginnya brand luar negeri, kemudian lihat tulisan 'Made In Indonesia' langsung batal beli. Ini jeleknya orang kita senangnya barang impor. Ini harus distop, kita harus mencintai produk-produk yang diproduksi di dalam negeri," ujar Jokowi.

Kata Jokowi, justru masyarakat seharusnya membeli lebih banyak brand Indonesia yang dijual di luar negeri. "Harusnya kita justru bangga kalau ada label itu, jangan dibalik-balik, turis-turis datang ke sini cari buatan Indonesia," kata mantan wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini.


Jadi, tak salah apabila Jokowi sangat mengapresiasi kinerja Sritex sebagai pabrik tekstil padat karya yang mampu go internasional. Saat ini, jumlah pekerja di Sritex mencapai 50.000 orang.

Pabrik yang dirintis sejak 1960-an, berawal dari kios kecil di Pasar Klewer, memproduksi berbagai macam produk tekstil. Mulai dari seragam militer, pakaian kerja, produk fesyen, pakaian anak. Dan, sebanyak 60% produknya diperuntukkan untuk pasar ekspor.

"Jadi ada di dalam negeri tapi diproduksi di Sukoharjo asli Indonesia, kita harus bangga produk substitusi yang punya kualitas ekspor dan internasional. Saya menghargai perluasan pabrik Sritex untuk meningkatkan produksi sehingga bisa bersaing di tingkat internasioal," tuturnya.

Jokowi bilang, kualitas produk Sritex terbukti tidak kalah dengan tekstil Vietnam. Diharapkan Sritex bisa menjaga kualitas, tepat dalam mengirimkan pesanan, menguasai teknologi terbaru, dan terus berinovasi agar tetap berdaya saing tinggi.

Pemerintah, kata Jokosi, akan terus mendorong produktivitas, agar makin banyak brand Indonesia masuk ke pasar ekspor. "Pemerintah fokus untuk bekerja dalam perbaikan infrastruktur berkaitan dengan airport, kereta api, pelabuhan, jalan untuk memperkuat daya saing kita. Kalau jalan masih becek biaya transportasi masih besar. Infrastruktur ini kita kerjakan habis-habisan untuk daya saing," kata Jokowi.

Setelah meresmikan perluasan pabrik baru Sritex, Presiden kemudian menyempatkan untuk meninjau lokasi pabrik yang menyerap 3.500 tenaga kerja baru tersebut.

Di tengah guyuran hujan deras, karyawan perusahaan yang dipimpin generasi kedua keluarga Lukminto, pendiri Sritex, yakni Iwan Setiawan tetap bertahan berkerumun untuk menyambut Presiden Jokowi. [tar]
#presidenjokowi #tekstil #tpt #sritex
BERITA TERKAIT
Ancang-ancang Ekonomi Jokowi Disanjung Bos Senayan
RAPBN 2018, Jokowi Gagas Pertumbuhan Bisa 5,4%
Saat Pidato Kenegaraan, Jokowi Punya Ganjelan Ini
(Rasio elektrifikasi 92%) Jokowi: Bisa Nikmati Listrik, Selamat Warga Sikka
Jokowi Bidik Ekspor Pasar Non-Tradisional Dunia
(72 Tahun Indonesia Merdeka) Utang Boleh Aman, Cicilannya Bikin Runyam
Menteri Susi Ingin Nelayan Indonesia Taat Aturan

ke atas