NASIONAL

Jumat, 21 April 2017 | 17:01 WIB

Aksi Massa di Pilgub DKI Bisa Terulang di 2019

Ray Muhammad
Aksi Massa di Pilgub DKI Bisa Terulang di 2019
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
INILAHCOM, Jakarta - Terpilihnya Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan wakil Gubernur DKI periode 2017-2022 diharapkan mampu meredupkan aksi demonstrasi besar-besaran oleh ormas yang mengatasnamakan kelompok agama yang belakangan ini terjadi di Ibukota.

Peneliti dari Populi Center, Nona Evita menilai hal itu tentu sangat diharapkan oleh warga DKI. Akan tetapi, yang dikhawatirkan justru fenomena unjuk rasa sepanjang Pilgub DKI 2017 diikuti oleh daerah lainnya saat Pilkada 2018 bahkan berkelanjutan saat Pilpres 2019.


"Harapannya sih, bisa meredam. Cuma kembali lagi, apakah pola seperti ini akan terproyeksi di Pilkada 2018? Atau mungkin karena Jakarta ini acuan politik nasional mungkinkah terproyeksi di 2019?," kata Evita kepada INILAHCOM, Jakarta, Jumat (20/4/2017).

Ia menambahkan, jika fenomena yang sama seperti Pilgub DKI 2017 kembali terjadi di Pilpres 2019, maka hal tersebut menunjukkan mundurnya arah perpolitikan national.

"Karena kalau misalnya nasional 2019 seperti itu (aksi demo besar-besaran), artinya arah politik kita sudah bergerak secara konservatif. Artinya, sekelompok orang yang menolak perubahan sistem. Perubahan yg seperti apa nih, maksudnya? Perubahan yang lebih baik dalam hal pemberantasan korupsi atau reformasi birokrasi," ujarnya.[jat]
#pilpres2019
BERITA TERKAIT
(Pilpres 2019) 2019, PDIP Yakin Golkar Tetap Solid Dukung Jokowi
JK Punya Kriteria Cawapres untuk Pendamping Jokowi
Pasangan Jokowi-Cak Imin Layak Diusung di 2019
2019, PKS Kulonprogo Targetkan Tiga Besar
(Pilpres 2019) Cawapres Jokowi Diharap Paham Islam Moderat
Blusukan Jokowi Dinilai Naikkan Kepercayaan Publik
Rapat Pleno Golkar Bahas 2 Jabatan Novanto

ke atas