NASIONAL

Jumat, 21 April 2017 | 17:45 WIB

Kuasa Hukum Ahok Bersikukuh Salahkan Buni Yani

Willi Nafie
Kuasa Hukum Ahok Bersikukuh Salahkan Buni Yani
(Foto: Inilahcom/Pool/Miftahulhayat)
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dituntut satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun dalam kasus dugaan penistaan agama.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU dalam sidang ke-19 yang digelar Pengadilan Jakarta Utara di Auditorium Kementrian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Menanggapi hal di atas, Kuasa Hukum Ahok, I Wayan Sudirta menegaskan semestinya kliennya dituntut bebas. Adapun acuannya ditelisik dari beberapa poin.


"Pertama, karena yang dianggap membikin keresahan itu Buni Yani dan dia sudah jadi tersangka. Harusnya yang dianggap bertangungjawab Buni Yani bukan Pak Ahok. Kedua, selalu berulang-ulang, jadi maksudnya siapa yang disebut dirugikan kan harus kongkrit, jangan hanya ada kalimat dan atau saja," kata Wayan, Jumat (21/4/2017).

Ketiga, lanjut Wayan, tidak terdapat unsur melawan hukum saat Ahok bertandang ke Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Mengingat Ahok ke sana dalam rangka membicarakan program-program Pemprov DKI Jakarta.

"Apa tidak boleh Pak Basuki ke sana untuk berpidato ? Terus ke empat, dia (Ahok) menjalankan undang-undang pasal Pemda, jadi kalau undang-undang pemda dijalankan berarti dia menjalankan undang-undang menurut pasal 50 KUHP, sehingga orang menjalankan undang-undang enggak bisa dihukum," pungkasnya. [ton]
#SidangPenistaanAgama #Ahok #PnJakartaUtara
BERITA TERKAIT
Belajar dari Ahok, Kasus Victor Harus Diperhatikan
Dedi Anggap Masalah Golkar dan Novanto Masih Kecil
Novanto Sengaja Manfaatkan Posisinya Sendiri
Solusi yang Bisa Diambil Golkar Soal Kasus Novanto
Kali Lajuk Meluap, Dusun Pokok Porong Terendam
Novanto Bak Dihisap Lumpur Hidup
Wasekjen Ungkap Perdebatan Pleno Bahas Novanto

ke atas