EKONOMI

Jumat, 21 April 2017 | 20:11 WIB

Harga Nikel Terkulai, Vale Naikkan Produksi 2%

Harga Nikel Terkulai, Vale Naikkan Produksi 2%
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Perkembangan harga nikel dunia pada 2017 diprediksi belum membaik. Seiring ini, produksi nikel PT Vale Indonesia (INCO) Tbk di triwulan I-2017 naik hanya 2% ketimbang periode sama di 2016.

Namun, kata CEO dan Presiden Direktur PT Vale Nico Kanter, produksi triwulan I-2017 lebih rendah ketimbang triwulan IV-2016. "Produksi di triwulan pertama tahun ini, memang lebih rendah dibandingkan kuartal empat-2016. Karena, pelaksanaan aktivitas pemeliharaan yang sudah direncanakan. Tapi kalau dibandingkan triwulan awal 2016, naik dua persen," kata Nico di Jakarta, Jumat (21/4/2017).



PT Vale Indonesia mengumumkan bahwa produksi nikel di triwulan I-2017, mencapai 17.224 metrik ton dalam matte. "Namun demikian tetap lebih tinggi dibandingkan produksi di triwulan pertama tahun sebelumnya. Kami tetap optimistis dapat mencapai target produksi tahun 2017 sekitar 80.000 ton," kata Nico.


Volume produksi di triwulan I-2017, kata Nico, 12% lebih rendah dibandingkan volume produksi di kuartal IV-2016. Namun 2% lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2016.

Beberapa waktu lalu, PT Vale Indonesia merombak komisaris. Pemegang saham menyetujui dan mengesahkan pengunduran diri Stuart Alan Harshaw sebagai komisaris, digantikan Mike Baril. Selain itu, pemegang saham menyetujui pengangkatan Sukhyar menggantikan Idrus Paturusi sebagai komisaris independen.

Pihak manajemen menyampaikan penghargaan kepada Stuart Harshaw dan Idrus Paturusi atas kontribusi dan dedikasi kepada perseroan.

Selanjutnya, pemegang saham menyetujui adanya remunerasi untuk komisaris independen di 2017. Dan mendelegasikan wewenang Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan jumlah gaji dan remunerasi bagi direksi sebagaimana rekomendasi Komite Tata Kelola, Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. [tar]
#nikel #vale #menterijonan
BERITA TERKAIT
Capaian Bauran Energi Jeblok, BUMN Dikerahkan
Medco & KESDM Kerja Sama Bangun SDM Sektor Energi
IUPK Freeport Deal, Pajak Timika Naik Jadi Berapa?
Ini Cara KESDM Mudahkan Perizinan Industri Tambang
Nusantara Regas Bangun Meter Gas di Muara Karang
SKK Migas Ingin Optimalisasi Teknologi Hulu Migas
DPR: Ada Apa Dibalik Kontrak Gas dengan Singapura?

ke atas