NASIONAL

Jumat, 21 April 2017 | 23:02 WIB

Tiga Lembaga Survei Dinilai Harus Dievaluasi

Tiga Lembaga Survei Dinilai Harus Dievaluasi
(Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Peneliti alumni Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip UI), Fitri Hari mengatakan ada beberapa lembaga survei yang perlu dievaluasi metodologinya terkait hasil survei putaran kedua Pilkada DKI 2017.

"Publik harus aktif menilai kinerja lembaga survei, sehingga ke depan lembaga survei lebih berhati-hati publikasi risetnya dan lebih memperhatikan metodologi," kata Fitri, Jumat (21/4/2017).



Menurut dia, lembaga survei yang perlu diaudit publik antara lain SMRC, Indikator dan Charta Politica. Karena, evaluasi sangat penting agar publik tidak hanya dijadikan objek oleh lembaga survei namun juga harus menjadi subjek.

"Membangun tradisi mengkritik lembaga survei agar berhati-hati dengan publikasinya," ujarnya.


Ia menilai jika menggunakan kategori kartu merah untuk lembaga survei yang salah fatal, kartu kuning untuk lembaga survei yang tidak publikasi hasil surveinya padahal di putaran pertama mereka aktif. Sedangkan kartu biru untuk lembaga survei yang berhasil menggambarkan realitas Pilkada.

"Kartu merah diberikan kepada SMRC (Saiful Mujani Research Center), Indikator, dan juaranya Charta Politica," jelasnya.

Ia menjelaskan Charta Politica dianggap menjadi satu-satunya lembaga yang menggambarkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang menyalip Anies Baswedan-Sandiaga Uno, tapi kenyataannya dukungan Anies justru semakin meninggalkan Ahok.

Di samping itu, Fitri mengatakan kartu kuning layak diberikan kepada CSIS, Litbang Kompas, Polltracking dan juaranya Populi Center. Menurut dia, Populi Center sebelum calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI diumumkan sering rilis tapi putaran kedua tidak ada sama sekali. [ton]
#PilkadaDKI2017 #PilgubDki
BERITA TERKAIT
Dinilai Olok-olok Jokowi, Taiful Masih Belepotan
171717, Lanud Iswahjudi Adakan Doa Bersama
Jemaah Haji Kibarkan Merah Putih di Gua Hira
Reshuffle Dinilai untuk Muluskan Jokowi 2 Periode
Dinamika Partai Pendukung Pemerintah Tinggi
PDI-P Minta Menteri yang Kinerjanya Buruk Dicopot
Digesernya Rini Disebut untuk Kenyamanan Jokowi

ke atas