MOZAIK

Rabu, 03 Mei 2017 | 11:00 WIB

Ternyata Semir Rambut dengan Warna ini Disunahkan!

Ternyata Semir Rambut dengan Warna ini Disunahkan!
(Foto: Ilustrasi)


MEWARNAI atau menyemir rambut (Arab: khidob; shibgoh) hukumnya boleh dalam Islam dengan syarat asal bahan yang dibuat mengecat rambut suci, tidak najis dan tidak membahayakan.

Karena mewarnai rambut itu boleh, maka wudhu, mandi junub dan shalatnya sah.



Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dan Nasai Nabi bersabda, "Rubahlah (warna) uban dan jangan serupakan dirimu dengan Yahudi."

Dalam menjelaskan hadits ini Al-Mubarak dalam kitab Tuhfadzul Ahwadzi menjelaskan bahwa mewarnai rambut yang sudah uban itu sunnah sebagaimana dilakukan oleh sebagian Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab; sedang sebagian yang lain seperti Ali bin Abu Thalib tidak melakukannya.

Adapun warna yang dipakai hendaknya selain warna hitam karena ada larangan dari Nabi. Dalam hadits sahih riwayat Muslim dan lainnya (selain Bukhari dan Tirmidzi) diriwayatkan:


"Tatkala Abubakar membawa ayahnya Abu Kuhafah ke hadapan Nabi pada hari penaklukan Makkah, sedang Nabi melihat rambutnya bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya maupun bunganya, maka Nabi bersabda: ... ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam."

Dalam menanggapi larangan cat rambut warna hitam dalam hadits tersebut, ulama berbeda pendapat: ada yang menghukumi haram seperti Imam Nawawi ada juga yang menghukumi makruh (Lihat: Nailul Autar, 1/152).

Dalam kitab Al-Halal wal Haram fil Islam, Yusuf Qardhawi sepakat dengan pendapat yang makruh terutama bagi mereka yang usianya belum terlalu tua. Namun ia menganjurkan pada orang yang sudah sangat tua agar menghindari warna hitam.

Qardhawi berkata: "Termasuk yang membolehkan menyemir dengan warna hitam ini ialah segolongan dari ulama salaf termasuk para sahabat, seperti: Saad bin Abu Waqqash, Uqbah bin Amir, Hasan, Husen, Jarir dan lain-lain."

Adapun warna yang disunnahkan adalah merah atau merah kehitaman sesuai dengan hadits Nabi Riwayat Tarmizi dan Ashabussunan yang menganjurkan mewarnai rambut dengan bahan inai atau katam. [Ustadzah Dra.Indra Asih]
#hukumislam #semir #rambut #aurat #sunah #hadis
BERITA TERKAIT
Golongan Orang yang Dapat Pahala Dua Kali
(Sambut HUT ke-72 RI) Mencintai Tanah Air Mewujudkan Negara Aman
(Sambut HUT ke-72 RI) Imam Ghazali: Umat Islam, Kemerdekaan Milik Kita
Ketika Tangan dan Kaki Bersaksi
Bergantung Hanya Pada Allah
W.S. Rendra: Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang
(Sambut HUT ke-72 RI) Jasa Sang Putra Fajar di Makam Imam Bukhari

ke atas