NASIONAL

Minggu, 07 Mei 2017 | 08:15 WIB
(Kasus e-KTP Seret Novanto)

Golkar Partai Besar&Berkualitas, Jadi Tetap Solid

Ahmad Farhan Faris
Golkar Partai Besar&Berkualitas, Jadi Tetap Solid
Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso (Foto: DPR)


INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso mengatakan partainya tetap solid meskipun sedang dihadapi cobaan kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Ketua Umum Setya Novanto.

"Insya Allah solid," kata Bowo kepada INILAHCOM, Sabtu (6/5/2017).

Anggota Komisi VI DPR itu menegaskan kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret nama Novanto tidak menyandera partai berlambang pohon beringin, maka seluruh kader harus tetap bersatu untuk bekerja memenangkan partai.

"Tidak (menyandera Golkar kasus korupsi e-KTP), Golkar kan partai besar jadi solid," ujarnya.


Di samping itu, Bowo mengatakan partainya tidak akan terpengaruh dengan kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Ketua DPR karena mengetahui kualitas para kader Golkar.

"Oh tidak begitu pengaruh, partai tidak pengaruh karena kita tahu kader-kader Golkar berkualitas kok," jelas dia.

Untuk diketahui, nama Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terseret kasus dugaan korupsi e-KTP. Dalam berkas dakwaan terdakwa korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, Novanto disebut bersama-sama melakukan korupsi saat menjadi Ketua Fraksi Golkar di DPR RI.

Sehingga, Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai memastikan Setya Novanto hampir pasti akan menjadi tersangka kasus e-KTP. Sedangkan, Novanto membantah keras tuduhan jaksa KPK seperti dituangkan dalam dakwaan Irman dan Sugiharto. Dia bahkan berani bersumpah tidak pernah menerima sepeser pun uang dari kasus e-KTP.[ris]
#kpk #ektp #golkar #setyanovanto
BERITA TERKAIT
(Din Syamsuddin jadi Utusan Presiden Bidang Dialog Agama) Novanto: Penunjukan Din Syamsuddin Sudah Tepat
Keterangan Palsu, Miryam Dituntut 8 Tahun Penjara
Kata KPK Soal Hakim e-KTP Dimutasi
Pejabat Kemendes Ikut Patungan Suap Auditor BPK
Panglima Ditolak, Novanto Desak Trump Minta Maaf
KPK Kejar Bagi-bagi Uang Dalam Pembahasan APBD-P
KPK Periksa Hakim PN Manado

ke atas