NASIONAL

Senin, 08 Mei 2017 | 09:01 WIB

Ahok Kalah, PPP DKI Sebut Tak Perlu Gelar MLB

Ahmad Farhan Faris
Ahok Kalah, PPP DKI Sebut Tak Perlu Gelar MLB
Sekretaris DPW PPP DKI, Ichwan Zayadi (Foto: Riset)


INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris DPW PPP DKI, Ichwan Zayadi mengatakan tidak perlu melakukan muktamar luar biasa (MLB) hanya karena calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang didukung partai berlambang Ka'bah kalah di Pilkada 2017.

"Tidak perlu ada MLB," kata Ichwan kepada INILAHCOM, Minggu (7/5/2017).

Anggota DPRD DKI itu mengatakan langkah yang perlu dilakukan oleh seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan adalah membesarkan yang sudah ada, kemudian kembali bersatu berjuang konsolidasi bersama-sama untuk memenangkan partai kedepan.

"Kumpulkan yang berserakan bersama membesarkan PPP lebih baik," ujarnya.


Di samping itu, Ichwan menampik kalau partai berlambang Ka'bah ini memiliki dualisme kepengurusan yaitu Romahurmuziy alias Romi dengan Djan Faridz. Menurut dia, kalau melihat roh partai politik itu adalah SK Kementerian Hukum dan HAM. Sedangkan, Romi yang sah memiliki SK tersebut.

"Jadi sebenarnya tidak ada dualisme di PPP," tandasnya.

PPP diketahui terpecah sejak Suryadharma Ali (SDA) terjerat kasus korupsi di KPK ketika menjabat sebagai ketua umum. Setelah itu, PPP punya dua ketua umum yakni Djan Faridz hasil Muktamar Jakarta dan Romahurmuziy alias Romi hasil Muktamar Pondok Gede.

Pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, keduanya punya pilihan calon masing-masing. Namun, pada putaran kedua baik Romi dan Djan sama-sama mendukung Ahok-Djarot, tapi diklaim tidak mendapat restu dari akar rumput.

Dengan tidak adanya dukungan itu, maka kader bawah pun mewacanakan akan menggelar Muktamar untuk memilih ketua umum baru. Sebab, Romi dan Djan diperkirakan sulit untuk diselamatkan lantaran keduanya tidak pernah mau berdamai untuk menyelamatkan PPP.[ris]
#PilkadaDki2017 #PilgubDki2017 #AhokDjarot #Ppp
BERITA TERKAIT
PPP Kubu Romi Minta Djan Berhenti Bermanuver
Datangi Bawaslu, PPP Djan Faridz Jelaskan Dualisme
(Pelantikan Anies-Sandi) Sejuta Asa Ibu Kota di Tengah Keterbelahan Warga
PPP Romi Kembali Datangi KPU
Daftar ke KPU, PPP Target Tembus 3 Besar di 2019
(Program 100 Hari Kerja) HNW: Anies-Sandi Harus Kawal Reklamasi
Djan Harus Pelajari UU Parpol&UU Pemilu

ke atas