EKONOMI

Selasa, 09 Mei 2017 | 00:09 WIB

Kuartal Paceklik Industri Mamin Ringan

Kuartal Paceklik Industri Mamin Ringan
(Foto: ilustrasi)


INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang kuartal I-2017, Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) memasuki masa sulit. Pertumbuhannya minus 3%-4%. Padahal, industri ini penyumbang besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB).

Dalam acara ASRIM Industry Outlook 2017 di Jakarta, Senin (8/5/2017), Triyono Pridjosoesilo, Ketua ASRIM mengatakan adanya pertumbuhan yang minus terhadap sektor ini.

Triyono bilang, bonus demografi Indonesia yang menyediakan potensi besar bagi bertumbuhnya industri minuman ringan, ternyata tak bisa tercapai. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan sektor ini berada dalam fase sangat rentan.


Dalam 4 tahun terakhir, kata Triyono, pertumbuhannya berada di kisaran 4%-8%. Sangat berbeda ketika era 2000-an, pertumbuhan industri ini stabil di kisaran 10%-15%.

Industri makanan dan minuman ringan, merupakan sektor strategis. Lantaran berkontribusi signifikan terhadap PDB nasional, dengan kontribusi 33% terhadap GDP dari sektor industri non-migas.

Saat ini, industri minuman ringan siap saji non-alkohol, memiliki nilai pasar (retail value) lebih dari Rp 90 triliun. Dan menyerap sedikitnya 4juta pekerja.

Dari sisi investasi, industri makanan dan minuman (mamin), termasuk minuman ringan siap saji di dalamnya, menyumbang investasi yang signifikan. Data realisasi triwulan I-2017 dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor ini menyumbangkan investasi Rp18,5 triliun. Namun masih dikuasai penanaman modal dalam negeri (PMDN). [tar]
#industri #mamin #menperinairlangga
BERITA TERKAIT
IBOS Bisa Jadi Ancaman Industri Film Indonesia
Mampu Tumbuh 6,33%, Industri Agro Tertolong Mamin
Tumbuhkan Industri Gula, Kemenperin Beri Gula-gula
Jelang Lebaran, Pengusaha Bus Dihadang Ban Mahal
Beban Berat Industri Migas, Ini Kata Jonan
Airlangga Genjot Kontribusi Industri untuk Ekonomi
Kemenperin Pasok 1.200 SDM untuk Industri Smelter

ke atas