EKONOMI

Kamis, 11 Mei 2017 | 16:09 WIB

Kemenperin Pasok 1.200 SDM untuk Industri Smelter

m fadil djailani
Kemenperin Pasok 1.200 SDM untuk Industri Smelter
I Gusti Putu Suryawirawan, direktur jenderal Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (kemenperin) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan industri smelter sebanyak 1.200 orang selama 2015-2017.

Tenaga kerja tersebut merupakan lulusan Politeknik Industri Logam Morowali, Akademi Komunitas Industri Logam Bantaeng, dan Politeknik Akademi Teknik Industri Makassar. Upaya ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan pendidikan vokasi industri yang diinisiasioleh Kemenperin dengan konsep berbasis kompetensi serta link and match dengan industri, kata I Gusti Putu Suryawirawan, direktur jenderal Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin di Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Menurut Putu, tujuan Kemenperin untuk berkerjasama dengan industri dalam membentuk lembaga pendidikan vokasi tersebut, antara lain menciptakan tenaga kerja industri tingkat ahli muda (D-II) dan ahli madya (D-III) di bidang industri logam untuk Kawasan Timur Indonesia.

Selanjutnya, kata Putu, memberdayakan SDM di sekitar kawasan industri untuk menjadi tenaga kerja kompeten yang sesuai kebutuhan di lapangan, serta mendukung investasi industri melalui penyediaan tenaga kerja industri yang kompeten.


Seperti diketahui, sebanyak 13 ribu tenaga kerja di kawasan industri Morowali, sekitar 2.000 di antaranya berasal dari China. Jumlah itu belum mencakup pekerja tidak tetap atau bekerja sementara yang hanya beberapa pekan atau bulan kemudian pulang ke negaranya. Kedatangan mereka berkaitan dengan penggunaan teknologi yang dibawa perusahaan dari negara asalnya.

Pengendalian penggunaan tenaga kerja asing (TKA) telah diatur dalam UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan peraturan pelaksananya. Selain itu, UU itu menegaskan, dalam mempekerjakan TKA, pemberi kerja wajib menunjuk tenaga kerja Indonesia (TKI) sebagai pendamping.

Namun demikian, Putu mengatakan, sekalipun Indonesia terbuka dalam penggunaan TKA, pemerintah tetap berupaya melindungi pekerja lokal melalui implementasi peraturan dengan syarat dan kualifikasi ketat bagi TKA."Mereka hanya sementarasaat pembangunan proyek dan commissioning saja. TKA tersebut melakukan proses alih teknologi dan keterampilan kepada tenaga kerja lokal," kata Putu.

Putu mencontohkan, di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), skema komposisi penggunaan TKA dan TKI sebesar 55:45 pada tahap engineering, procurement and construction (EPC). Kemudian, menginjak tahun ketiga produksi, jumlah TKA berkurang menjadi 25% dan jumlah TKI meningkat menjadi 75%. Hingga menginjak tahun ke-5 produksi, jumlah TKA berkurang menjadi 15%, dan jumlah TKI meningkat menjadi 85%.

CEO IMIP Alexander Barus mengatakan, kawasan industrinya siap menampung SDM lokal. Dia berharapagar proyek penguatan SDM yang digalakkan pemerintah berjalan lancar. Jika sumber daya lokal sudahsiap kerja sesuai kebutuhan di industri, maka tentunya kami akan mengoptimalkan penggunaan pekerjalokal, kata Alexander. [ipe]
#menperinairlangga #industri #smelter
BERITA TERKAIT
IBOS Bisa Jadi Ancaman Industri Film Indonesia
Mampu Tumbuh 6,33%, Industri Agro Tertolong Mamin
Tumbuhkan Industri Gula, Kemenperin Beri Gula-gula
Jelang Lebaran, Pengusaha Bus Dihadang Ban Mahal
Beban Berat Industri Migas, Ini Kata Jonan
Lokasi Smelter Freeport Bebas, Ada Apa Jonan?
Airlangga Genjot Kontribusi Industri untuk Ekonomi

ke atas