NASIONAL

Jumat, 12 Mei 2017 | 01:08 WIB
(Kasus e-KTP Seret Novanto)

Akbar: Golkar Kenapa Tidak Lakukan Munaslub?

Happy Karundeng
Akbar: Golkar Kenapa Tidak Lakukan Munaslub?
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung (Foto: inilahcom)




INLAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan Partai Golkar harus segera menyelesaikan segala dinamika yang terjadi di internal agar bisa bersaing di agenda politik kedepan. Salah satu cara jika memang sudah sangat mendesak adalah dengan penyelenggaraan Munaslub.

"Kenapa Munaslub? Kan presedennya sudah dilakukan lalu-lalu. Jadi, kalau ini merupakan solusi untuk selesaikan situasi yang sedang berkembang kalau itu semua berdasarkan kesepakatan ya kenapa tidak?,"katanya di kediamannya, Kamis (11/5/2017).

Menurut dia, Munaslub bisa jadi jalan keluar jika memang Partai Golkar ini semakin terdesak untuk segara menjalankan konsolidasi sebelum pesta demokrasi bergulir.

Ia menambahkan jika memang instansi pengambilan keputusan tertinggi itu bisa mengeluarkan putusan-putusan penting dalam konteks Golkar hadapi agenda politik kedepan, ya itu institusi yang paling tinggi adalah musyawarah nasional luar biasa (Munaslub).


"Itu kan wadah paling tinggi dalam pengambilan keputusan. Keputusan Munas itu memiliki kekuatan yang besar," jelasnya.

Sebelumnya, Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) merasa gelisah dan resah dengan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP yang menyeret partai berlambang pohon beringin serta kader-kadernya termasuk ketua umum Setya Novanto.

Kader muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan generasi muda Golkar melihat suasana yang berkembang di masyarakat sangat tidak menguntungkan partai atas kasus e-KTP. Menurut dia, seolah-olah Golkar jadi bulan-bulanan.

"Orang bicara e-KTP identik dengan Golkar dan Ketua Umum Golkar, ini sangat tidak baik terhadap Golkar untuk menghadapi event politik selanjutnya. Kami mempunyai keresahan melihat situasi yang melanda Golkar," kata Doli.

Menurut dia, sebagai anak muda penerus partai berlambang beringin tentu merasa terganggu dengan situasi seperti sekarang ini. Sebab, Golkar seperti disudutkan dalam pengadaan proyek e-KTP sampai hakim pun menggiring kearah sana.

"Hakim saja kemarin menanyakan kepada saksi, apakah Anda bisa menyimpulkan proyek e-KTP punya Golkar? Kekurangan blanko akibat e-KTP yang dilakukan Golkar. Kami anak muda yang cinta Golkar merasa terganggu," ujarnya.[ris]
#kpk #ektp #golkar #setyanovanto
BERITA TERKAIT
KPK akan Periksa Sandi dalam Dua Kasus Korupsi
Periksa Sekjen DPR, KPK Dalami Data Korupsi E-KTP
Besok Putusan Praperadilan Miryan Dibacakan
Ical Minta Sesama Kader Jangan 'Kasak-Kusuk'
Ical Harap Cawapres Jokowi 2019 dari Golkar
Rapimnas II Partai Golkar 2017 Resmi Dibuka
Golkar Yakin Elektabilitas Meroket Pasca Rapimnas

ke atas