MOZAIK

Senin, 15 Mei 2017 | 02:05 WIB

Mahalnya Nilai Cinta

KH Ahmad Imam Mawardi
Mahalnya Nilai Cinta
(Foto: ilustrasi)


TAK bosan-bosan kita membaca kisah al-Qur'an, selalu saja ada makna yang terpendam yang bisa dijadikan dalil kehidupan. Kisah Nabi Yusuf dinamakan Allah sebagai paling bagusnya kisah karena memang di dalamnya tersirat banyak hikmah yang tak mungkin dipahami kecuali oleh mereka yang membaca al-Qur'an dengan penuh tadabbur.

Ingatkah apa gerangan yang menyebabkan saudara-saudara Nabi Yusuf ori hati dan dengki kepadanya? Ayat al-Qur'an menceritakan bahwa itu karena ayahnya, yakni Nabi Ya'qub dirasa lebih sayang kepada Nabi Yusuf ketimbang kepada mereka. Bukan harta yang menyebabkan mereka iri hati dan dengki melainkan karena cinta. Apakah makna terpendam yang bisa didapat? Ternyata, pemberian hati itu jauh lebih bernilai dari pemberian tangan.

Cinta dan penghormatan menduduki peringkat lebih tinggi ketimbang harta. Sungguh terhinalah mereka yang demi harta mengorbankan ketulusan cinta dan keikhlasan perhormatan. Urusan hati itu jauh lebih fundamental dibandingkan urusan tampakan lahir. Anugerah kebahagiaan hati jauh lebih berharga dibandingkan dengan anugerah yang berkaitan dengan tampakan luar jasad.


Sayangnya, banyak akal yang tertutup oleh nafsu, banyak otak yang kalah aktif ketimbang otot. Didambalah oleh kebanyakan manusia kesenangan sesaat dengan mengorbankan kepentingan damainya hati yang abadi.

Kalaulah kita masih sehat akal, tentulah lebih berharap pemberian hati ketimbang pemberian tangan. Demi hati kita. Mulailah dengan prmberian hati dari kita kepada orang lain, maka sekitar akan membalaskan hal yang sama kepada kita. Salam, AIM. [*]

#pencerahhati #pencerah hati #ahmad imam mawardi
BERITA TERKAIT
Ayam Bekisar, Cahaya Fajar dan Seni Hidup
Bali Mengaji, Bali Melukis Langit
Belajar Pada Manusia Laut
Hal Kecil Mengantarkan pada Peristiwa Besar
Yang Bersama Allah Pantang Takut Masalah
Tetap Tegar di Jalan Kebenaran
Perampok Menyamar Sebagai Ahli Sedekah

ke atas