RAMADHAN

Selasa, 16 Mei 2017 | 07:00 WIB

Tuntunan Ilmu yang Harus Diketahui Sebelum Ramadan

Tuntunan Ilmu yang Harus Diketahui Sebelum Ramadan #Kurma
(Foto: ilustrasi)


MENYAMBUT Ramadan, bulan suci, bulan penuh kebaikan bukan hanya dengan suka cita. Persiapan fisik dianjurkan untuk dilakukan. Bentuknya adalah dengan banyak puasa sunah di bulan Syaban sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasul shallallahu alaihi wa sallam.

Perbanyak tobat pun mesti dilakukan agar ibadah kita dimudahkan di bulan suci Ramadan. Bekal ilmu lebih-lebih harus kita siapkan agar ibadah kita di bulan Ramadan tidak jadi sia-sia.



Ibnul Qayyim dalam Miftah Daris Saadahberkata, Orang yang beribadah tanpa adanya ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang demikian akan mendapatkan kesukaran dan sulit untuk selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tak terpuji bahkan pantas dapat celaan.

Apa saja bekal ilmu menyambut Ramadan yang dimaksud?

Ilmu yang harus kita miliki adalah ilmu yang bisa membuat ibadah puasa kita sah, tidak jadi sia-sia dan semakin membuat puasa kita sempurna serta penuh makna.

1. Ilmu tentang puasa

Puasa artinya menahan diri dari berbagai pembatal puasa mulai dari terbitnya fajar Shubuh hingga tenggelamnya matahari (waktu Maghrib).

Puasa ini diwajibkan bagi orang yang telah baligh (ditandai dengan mimpi basah atau datang haidh pada wanita), berakal (tidak gila), dalam keadaan sehat dan tidak sedang bersafar.

Bagi orang yang sakit dan musafir mendapatkan keringanan tidak berpuasa dan mesti mengganti di hari lainnya (menunaikan qadha). Begitu pula untuk orang sepuh (tua renta) yang tidak kuat lagi untuk berpuasa dan orang yang sakit menaun tak kunjung sembuh mendapat keringanan tidak berpuasa. Sebagai gantinya adalah menunaikan fidyah, yaitu sehari tidak berpuasa berarti menunaikan fidyah berupa satu bungkus makanan yang diberikan pada orang miskin.

Wanita hamil dan menyusui pun mendapat keringanan tidak berpuasa jika mereka merasa berat atau khawatir pada keadaan diri atau bayinya. Sebagai gantinya, wanita hamil dan menyusui tersebut mesti menunaikan qadha di hari lain saat ia mampu. Karena keduanya lebih tepat dimisalkan dengan wanita hamil dan menyusui bukan dengan orang yang telah sepuh yang hanya menunaikan fidyah.

Adapun yang termasuk pembatal puasa adalah makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, datang haidh dan nifas, keluar mani saat bercumbu, dan berhubungan intim dengan sengaja.

Puasa tersebut dilakukan dengan berniat. Maksud niat adalah berkeinginan atau mengetahui dalam hati akan melakukan suatu ibadah, tanpa dilafazkan dengan ucapan niat tertentu. Niat itu pun harus ada setiap malamnya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Siapa saja yang tidak berniat sebelum fajar (Subuh), maka tidak ada puasa untuknya. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan An Nasai, shahih).

Puasa yang sempurna dilakukan akan menggapai derajat takwa sebagaimana Allah Taala berfirman (yang artinya), Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqarah: 183).

2. Ilmu tentang amalan sunah saat puasa

Di antara amalan sunah yang bisa dilakukan adalah:

a- Makan sahur

Dalam hadits dari Anas disebutkan, Makan sahurlah kalian karena dalam sahur itu terdapat keberkahan. (Muttafaqun alaih). Waktu sahur disunahkan untuk diakhirkan karena jarak makan sahur Nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan waktu pengerjaan Salat Subuh adalah sekitar membaca 50 ayat Al Quran (berarti: 10-15 menit) sebagaimana diterangkan dalam hadits yang muttafaq alaih. Dari hadits ini, Abu Jamroh mengatakan bahwa makan sahur itu (disunahkan) diakhirkan waktunya.


b- Berbuka puasa

Jika azan Maghrib telah berkumandang, maka diperintahkan untuk segera berbuka. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. (Muttafaqun alaih). Disunahkan berbuka ketika itu dengan kurma. Jika tidak ada bisa diganti dengan makanan yang manis-manis karena akan mengembalikan kekuatan orang yang telah berpuasa.

Saat kita mulai menyantap makanan berbuka, tetap mengucapkan bismillah sebagaimana adab yang diajarkan dalam Islam saat makan. Setelah itu mengucapkan doa saat berbuka puasa, Dzahabazh zhoma-u wabtalatil uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: dahaga telah hilang dan urat-urat leher telah basah dan pahala telah ditetapkan insya Allah). (HR. Abu Daud, hasan)

c- Memberi makan berbuka puasa

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpausa itu sedikit pun juga. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, shahih).

d- Lebih banyak bersedekah dan beribadah di bulan Ramadan

Nabi shallallahu alaihi wa sallam termasuk yang begitu giat melakukan amalan kebaikan, juga berderma di bulan Ramadan dibandingkan waktu lainnya.

Guru-guru dari Abu Bakr bin Maryam rahimahumullah pernah mengatakan, Jika tiba bulan Ramadan, bersemangatlah untuk bersedekah. Karena bersedekah di bulan tersebut lebih berlipat pahalanya seperti seseorang sedekah di jalan Allah (fii sabilillah). Pahala bacaaan tasbih (berzikir subhanallah) lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya. (Lihat Lathoif Al Maarif, hal. 270).

Juga yang dituntut pada bulan Ramadan adalah untuk memperbanyak tilawah dan mengkaji Al Quran. Karena bulan Ramadan disebutkan, Bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran (QS. Al Baqarah: 185).

e- Menggapai lailatul qadar, malam yang amalan di dalamnya lebih baik daripada seribu bulan.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan, Carilah lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. (HR. Bukhari). Untuk mudah meraihnya adalah dengan melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir di masjid, yaitu berdiam walau beberapa waktu di masjid dalam rangka ibadah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri biasa melakukan itikaf selama sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.

3. Ilmu tentang salat tarawih

Shalat tarawih disunahkan dilakukan secara berjemaah baik bagi laki-laki dan perempuan. Keutamaannya di antaranya disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Siapa saja yang melakukan qiyam Ramadan (salat tarawih) atas dasar iman dan mengharap padahal dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (Muttafaqun alaih).

Salat tarawih yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah 11 rakaat. Namun menurut mayoritas ulama, salat tarawih tidak dibatasi jumlah rakaatnya. Salat tarawih boleh dikerjakan dengan rakaat yang sedikit maupun banyak. Karena saat Nabi shallallahu alaihi wa sallam ditanya mengenai salat malam, beliau tidak memberikan batasan.

Yang beliau katakan, Salat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. (Muttafaqun alaih). Alasan lainnya, Umar bin Khattab pernah memerintahkan Ubay bin Kaab untuk melaksanakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat. Intinya, salat tarawih boleh dilakukan dengan 11 atau 23 rakaat asalkan salat tersebut memiliki thumaninah, artinya tidak ngebut atau tidak dengan kecepatan tinggi. Thumaninah itu adalah bagian rukun salat, yang jika tidak ada berarti salat tidaklah sah.

4. Ilmu tentang zakat fitri

Zakat fitri adalah zakat yang dikeluarkan menjelang Idul Fitri, paling cepat dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri, bukan dibayar di awal atau pertengahan bulan. Zakat fitri yang dikeluarkan bentuknya adalah beras yang merupakan makanan pokok (bukan uang) dengan ukuran satu sho (kisaran 2,1 3,0 kg). Zakat fitri ini disalurkan pada fakir miskin dengan tujuan untuk membahagiakan mereka pada hari raya dengan makanan dan untuk menyucikan orang yang berpuasa. Waktu akhir penunaian zakat fitri adalah sebelum salat ied dilaksanakan.

Demikian sajian dari Muslim.Or.Id. Bahasan selengkapnya bisa dikaji dari Buku Panduan Ramadhan karya penulis terbitan Pustaka Muslim, cetakan keenam (2014) yang dibagikan secara gratis ke tengah-tengah kaum muslimin.[Muhammad Abduh Tuasikal/muslimorid]
#ramadan #ramadhan #bulanpuasa
BERITA TERKAIT
Ramadan, Ari Irham Ini Berbagi Kepada Sesama
Nygta Gina Rasakan Berkah Ramadhan
Kejar Rezeki Ramadhan dan Umroh Gratis
Bikin Seru Ramadanmu
Tips Mendapatkan Lailatul Qadar
Ade Fitrie Sempat Ketakutan Saat Putuskan Berhijab
Lima Amalan Bulan Ramadan Pelebur Dosa

ke atas