EKONOMI

Senin, 15 Mei 2017 | 16:50 WIB

Eksim Boleh Longsor, Neraca Dagang Tetap Aman

m fadil djailani
Eksim Boleh Longsor, Neraca Dagang Tetap Aman
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Meski ekspor dan impor (eksim) Indonesia pada April 2017 merosot, neraca dagang masih mencatatkan kinerja yang positif. Ya, masih saja untung.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca dagang Indonesia pada April 2017 mengalami surplus US$1,24 miliar.



Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengungkapkan neraca dagang yang surplus ini lebih disebabkan oleh surplus sektor nonmigas sebesar US$1,87 miliar, sementara neraca dagang sektor migas mengalami defisit US$0,63 miliar. "Sehingga pada bulan April 2017 terjadi surplus perdagangan di April ini sebesar US$1,24 miliar," kata Kecuk di Kantor BPS, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Namun kata Kecuk nilai surplus neraca dagang pada bulan April 2017 ini lebih rendah ketimbang pada 3 bulan pertama tahun ini. "Ini lebih rendah dibanding tiga bulan sebelumnya di Januari, Februari, Maret 2017 yang masing-masing US$1,43 miliar, US$1,26 miliar, dan US$1,40 miliar," papar Kecuk.

Asal tahu saja BPS mencatat nilai ekspor dan impor Indonesia pada bulan April 2017 merosot, nilai untuk ekspor turun 10,30% atau sebesar US$13,17 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$14,59 miliar.


Kecuk memaparkan ekspor nonmigas April 2017 mencapai US$12,19 miliar turun 7,43% dibandingkan Maret 2017, sedangkan dibandingkan eskpor April 2016 naik 12,89%.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariApril 2017 mencapai US$53,86 miliar atau meningkat 18,63% dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$48,90 miliar atau meningkat 19,14%.

"Penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2017 terhadap Maret 2017 terjadi pada lemak dan minyak hewani sebesar US$251,9 juta (12,23%), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$211,8 juta (149,58%)," paparnya.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan JanuariApril 2017 naik 15,60% dibanding periode yang sama di 2016. Demikian pula ekspor hasil pertanian dan hasil tambang naik masing-masing 25,16% dan 42,19%.

Sementara kinerja impor, BPS mencatat terjadi penurunan secara month to month sebesar 10,20% menjadi US$1,93 miliar pada April lalu. Secara year on year, nilai impor sepanjang April tumbuh 10,31%.

Impor pada sektor migas tercatat mengalami penurunan sebesar 29,25% dibandingkan Maret, dari US$USD 2,28 miliar menjadi US$1,61 miliar. Sementara itu, impor nonmigas mengalami penurunan 6,26% secara month to month dari US$11,01 miliar menjadi US$10,32 miliar. "Ada kenaikan impor kurma dan penurunan impor cabai keriting hingga daging asal Australia," tutur Kecuk. [ipe]
#ekspor #impor #bps #npi
BERITA TERKAIT
Airlangga Wajibkan SNI, Impor Turun US$282 Juta
Indef: Dana Perimbangan Gagal Atasi Kesenjangan
Neraca Dagang Juni Surplus, Enggar Masih Kusut
Pengusaha Kopi Bondowoso Terganjal Perizinan
Perdagangan Anjlok, Sri Mulyani Salahkan Lebaran
Orang Miskin Tambah, Sri Mulyani Kerja Lebih Keras
Pakai Data Lama, Menkeu Ani Sebut Kemiskinan Turun

ke atas