GAYA HIDUP

Rabu, 17 Mei 2017 | 02:00 WIB

ORBIT Jadi Wadah Seleksi Desainer Indonesia

Mia Umi Kartikawati
ORBIT Jadi Wadah Seleksi Desainer Indonesia
(Foto: ilustrasi)


INILAHCOM, Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan program ORBIT. Ini adalah wadah untuk seleksi desainer Indonesia, yang menjadi salah satu program unggulan Bekraf.

Pada program tersebut para desainer muda Indonesia bertalenta bisa memaksimalkan kepiawaiannya untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara. Dari para peserta yang mendaftar kepada program ORBIT akan dipilih sekitar 20 orang yang diseleksi oleh para kurator dan akan diberikan pendampingan dan pelatihan mentor yang berkompeten sesuai dengan bidang profesi masing - masing.



Tahap pertama dilaksanakan pada Juli Minggu ke - 4. Kemudian, nominator desain terpilih akan diundang ke Jakarta untuk melakukan presentasi dan wawancara di hadapan Tim Kurator dimana peserta wajib membawa maket atau purwarupa. Kemudian tahap II akan dilaksanakan pada bulan Agustus Minggu pertama.


"Pada program ORBIT ini bukan sayembara atau kompetisi. Bekraf menginisiasi untuk profesional desain.ORBIT benar - benar untuk para desainer yang berkelanjutan. Program ini akan mendukung sektor ekonomi kreatif terutama pada desain. Data terakhir arsitektur, desain dan fashion dapat menyumbang PDB yang mencapai 17,63 persen," kata Triawan Munaf dari BEKRAF, di Jakarta, Selasa (16/05/2017).

Ruang lingkup ORBIT meliputi bidang desain antara lain arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain fashion, desain tata cahaya, desainer produk, desain tekstil, kriya, dan lanskap.

"Semoga wadah ini dapat bermanfaat untuk para desainer dan masyarakat kreatif untuk menuangkan ide - ide dan karya - karya dengan kualitas tinggi untuk mendukung Indonesia," tambahnya. (tka)
#ORBIT #Bekraf #desainer #Indonesia
BERITA TERKAIT
ORBIT Cari Desainer Muda Kreatif Bertalenta
Watsons Buka Gerai Online untuk Manjakan Pasien
Inilah Hidangan Serba Rasa Mangga, Varian Baru AW
Tips Menangani Diare pada Anak di Rumah
Regulator Obat dan Makanan di Turki Dukung BPOM RI
Temuan Obat Ilegal Capai Puluhan Juta Butir
Obat PCC Ilegal, Tak Boleh Dikonsumsi Siapapun

ke atas