EKONOMI

Rabu, 17 Mei 2017 | 16:45 WIB

Facebook Turuti Permintaan Pemerintah Thailand

Bachttiar Abdullah
Facebook Turuti Permintaan Pemerintah Thailand
Raja Thailand Vajiralongkorn The Guardian


INILAHCOM, Bangkok - Pemerintah Thailand membatalkan ancaman melarang unggahan di Facebook yang mengkritisi keluarga Kerajaan Thailand, setelah media sosial ini sepakat untuk menghapus konten yang mengkritik keluarga Kerajaan.

Thailand menerapkan undang-undang yang keras melarang setiap kritik terhadap monarkhi konstitusional ini, tulis The Guardian, Rabu (17.5.2015).



Sejak Jenderal Prayuth Chan 0-cha berkuasa tiga yahun lalu, lebih dari 100 orang telah didenda atau dijebloskan ke penjara karena mengunggah kritik secara online.

Selasa keamrin (16/5/2017) regulator telekomunikasi Thailand NBTC mengatakan bakal melaporkan Facebook Thailand kepada kepolisian jika Facebook tidak memblokir 130 unggahan ilegal.

Facebook akhirnya mau bekerja sama denganpemerintah, ujar Takorn Tantasith, sekjen NBTC kepada wartawan pada Selasa pukul 10:00 .

Facebook mengatakan akan mematuhi permintaan menghapus konten di sebuah negara seperti diperintahkan pengadilan. Ketika kami meneriman permintaan seperti itu,kami seksama meneliti sejumlahkonten ilegal.


Menurut data, Facebook memblokir 50 unggahan yang tidak dapat diakses penggunanya, setelah pemerintah Thailand memintanya pada 2016. Tidak ada item yang diblokirpada tahun 2015 dan 35 item dihapus pada tahun 2014, saat kudetaterjadi.

Vajiralongkorn, 64, menjadi raja setelah kematian ayahnya Raja Bhumibol Adulyadej yang memerintah selama tujuh dekade. Dia belumdapat menyamaipupularitas ayahnya.

Setidaknya tujuh orang diketahui telah didakwa dengan melanggar hak imunitas keluarga kerajaan,sejak Vajiralongkornnaik takhta.Salah satunya, pengacara hak asasi manusia Prawet Prapanukul,yang divonishukuman 150 tahun penjara karena menghina keluarga kerajaan.

Media di Thailand haru menyensor diri dengan ketat saat menulis yang membahayakan monarkhi.

Somsak Jeamteerasakul, seorang kritikus akademisiThailand diasingkankarena mengunggah sebuah surat diFacebook di akunnya sendiri, termasuk unggahan foto dan video yang diambil dari rekaman Raja Vajiralongkorn saat berada di Jerman.

#lfacebook #thailand # vajiralongkorn
BERITA TERKAIT
Ternyata, Indonesia Surganya Buah Asal Thailand
Liburan, KAI Tambah Gerbong KA Mutiara Timur
DPR: Tidak Perlu Revisi UU Terkait Uang Elektronik
Kemenkop Galang Pembentukan Jamkrida
Pengenaan Biaya Isi e-Money Bisa Kontradiktif
Modernisasi Menjadi Keniscayaan Usaha Sapi Perah
IBEX: Bank Wajib Perkuat Sistem Digitalisasi

ke atas