EKONOMI

Rabu, 17 Mei 2017 | 19:55 WIB
(Trump Kepleset)

Dolar AS Merosot Terhadap Sing Dollar dan Euro

Bachtiar Abdullah
Dolar AS Merosot Terhadap Sing Dollar dan Euro
rump revealed highly classified information to Russian foreign minister, ambassador (Foto: Times Union)
INILAHCOM, Hong Kong Dolar AS pada Rabu (17/5/2017) merosot terimbas krisis baru Gedung Putih yang memicu kekhawatiran agenda Presiden Trump meningkatkan perekonomian AS.

Gedung Putih kembali diguncang oleh tudingan bahwa Trump membocorkan informasi rahasia kepada Menlu Rusia Sergei Lavrov. Pada Selasa malam (16.5/2017) James Comey bekas bos FBI yang baru dipecat Trump mengusulkan supaya dilakukan penyelidikan terhadap penasihat keamanan Michael Flynn mengenai hubungan Trump dengan Moskow.

Di pasar New York, dolar AS terpuruk lebih dalam pada Rabu ini. Kurs 1 Euro menjadi US$ 1,11 yang tak pernah terjadi sejak Trump memenangi pilpres AS pada November lalu. Yen Jepang juga berhasil menekan dolar AS menjadi 112,67 yen per 1 USD, padahal pekan lalu mencapai 114 yen per dolar.

Terhadap dolar Singapura USD diperdagangkan pada S$ 1,3938 pada pukul 11:50 tadi siang, alias menurun 0,3 persen dibanding penutupan Selasa. Sepanjang pekan ini dolar AS melemah sebesar 1 persen terhadap Singdollar.

kantor Kepresidenan (Oval Office) di Gedung Putih membantah keras bahwa Presiden Trump melakukan kesalahan yang dapat menimbulkan krisis dan yang bisa menyeret Presiden Trump dimakzulkan. Rencana Trump melakukan pemotongan pajak dan pemangkasan anggaran serta mendandani ribetnya birokrasi sangat diragukan.

Rencana Trump tersebut tadinya diharapkan memicu pertumbuhan dan membantu penguatan dolar dan obligasi AS setelah Trump memenangi Pilpres.


Ada banyak pernyataan bahwa Presiden Trump berbagi informasi dengan Rusia, ujat Greg McKenna, Chief markey Strategist di Axi Trader.

Tapi yang paling berpotensi di pasar dalam beberapa minggu atau bulan ke depan bahwa langkah Trump yang salah dapat membuat presiden aneh ini lebih sulit menerapkan agenda ekonominya.

Paling tidak pandangan bahwa kebijakan ekonomi Trump bakal tertunda karena Trump salah langka, menyebabkan dolar tertekan, kata Tomochiro Kubota, analis di Matsui Securities Tokyo kepada Bloomberg News.

Serangkaian analisis luar Washington juga makin menambah keterpurukan dolar AS, sementara euro semakin menarik terkait ketidakpastian politik di Eropa mereda dan indikator menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Eropa mulai sehat



#donald trump #dolar as #euro #yen #singdollar
BERITA TERKAIT
Tahun Depan, Airlangga Masih Mengandalkan Mamin
Pengisi Kursi Panas Dirjen Pajak, Ini Kata Pakar
Menhub Budi 'Paksa' KAI Masuk Proyek LRT Jabodebek
OJK: Kredit Bank Nganggur Rp1.400T, Bisnis Lesu
5 Tahun Jokowi Terbangun Jalan Tol 1.852 KM
30 BPR di Jabar Dilikuidasi, Bos LPS Temui Aher
Bos Elektronik Ini Banting Setir ke Bisnis Roti

ke atas