DUNIA

Kamis, 18 Mei 2017 | 02:08 WIB
(Pertemuan Erdogan dan Trump)

AS dan Turki Perkuat Hubungan di Tengah Ketegangan

AS dan Turki Perkuat Hubungan di Tengah Ketegangan
(CNN)
INILAHCOM, Washington - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa negaranya tidak akan menerima para pejuang Kurdi Suriah di kawasan itu tetapi hampir saja mengkritik secara langsung keputusan AS untuk mempersenjatai mereka.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Selasa (16/5/2017) waktu setempat, Trump menyatakan Erdogan sebagai sekutu penting dalam perang melawan terorisme dan tidak menyebut penumpasan di dalam negeri Erdogan setelah usaha kudeta yang gagal tahun lalu.

"Kami memiliki hubungan yang bagus dan kami akan membuatnya lebih baik lagi," kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Sementara Erdogan mengatakan bahwa kunjungannya ke AS akan menandai perubahan haluan yang bersejarah dan menyebutnya 'hubungan yang menonjol' antara kedua negara.


Hal tersebut merupakan sebuah sinyal positif khususnya memandang ketegangan atas keputusan Washington mempersenjatai milisi YPG Kurdi Suriah yang dipandang oleh Ankara sebagai perluasan dari Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang terlarang.

Turki telah menjadi mitra koalisi pimpinan AS dalam melawan pasukan ISIS. Aliansi kedua negara itu pun telah menunjukkan peran menentukan dalam pertempuran melawan ISIS di Suriah, dengan menyediakan akses bagi pasukan koalisi ke pangkalan udara Incirlik untuk melancarkan serangan terhadap kelompok militan.

Erdogan telah berjanji menggunakan pertemuan Gedung Putih itu untuk berusaha membujuk Trump mengubah rencana atas YPG, yang Ankara pandang sebagai perpanjangan PKK. Sejak 1984, PKK telah memberontak di bagian tenggara Turki dan dianggap kelompok teroris oleh AS, Turki dan Eropa.

"Kami mendukung Turki dalam pertempuran melawan teror dan kelompok-kelompok seperti ISIS dan PKK, dan menjamin tak ada tempat aman bagi kelompok-kelompok teroris itu," kata Trump.

"Kami juga mengapresiasi kepemimpinan Turki dalam upaya mengakhiri pembunuhan yang menakutkan di Suriah," imbuhnya.
#AS #Turki #presiden #Erdogan #Trump #ISIS #Kurdi
BERITA TERKAIT
Mnangagwa Resmi Jadi Presiden Baru Zimbabwe
Trump Ketahuan Terima Ribuan Pebinis dan Pejabat
Putin dan Trump Bertelepon Bahas Perdamaian Suriah
Mugabe Tolak Mundur dalam Tekanan Massa
Kisah Pemilik Truk Dengan Stiker Anti-Trump
Pentagon Keliru Kirim Twitter Minta Trump Lengser
Presiden Mugabe Menolak Mundur

ke atas