DUNIA

Kamis, 18 Mei 2017 | 12:28 WIB

Mueller, Penasehat Khusus Investigasi Pilpres AS

Didi Prambadi
Mueller, Penasehat Khusus Investigasi Pilpres AS
Robert Mueller (Foto: Heavy)


INILAHCOM, Washington DC - Departeman Kehakiman AS menunjuk Robert Mueller, sebagai penasehat khusus untuk menangani investigasi keterlibatan Rusia dalam pilpres AS tahun 2016.

CNN mengabarkan, deputi Jaksa Agung Rod Rosenstein menunjuk Mueller lewat surat Rabu (17/5/2017). Mueller, bekas direktur FBI - sebelum James Comey- juga akan mengusut potensi kolusi antara para pembantu Presiden Donald Trump dan sejumlah pejabat Rusia. Penunjukkan itu dilakukan Rosenstein, karena Jaksa Agung Jeff Sessions menarik diri dari investigasi tersebut.



Dalam hal ini, sebagai Penasehat Khusus, Mueller diberi wewenang melakukan tuntutan kriminal, bunyi surat keputusan yang ditanda tangani Rosenstein. Sementara, dalam pernyataan singkatnya, Robert Mueller mengatakan Menerima tanggung jawab yang diberikan, dan akan melaksanakan tugas semampu saya, ujarnya.


Pengangkatan Robert Mueller diumumkan, setelah James Comey, bekas Direktur FBI yang dipecat Trump, mengeluarkan salinan memo yang ditulis saat bertemu Presiden Trump, Februari lalu. Dalam memo itu Comey menyebutkan Trump pernah meminta agar pengusutan FBI terhadap penasehat keamanan Michael Flynn dibekukan. Biarkan sajalah! kata Trump seperti ditulis Comey dalam surat yang didapat harian The Washington Post.

Rod Rosenstein mengungkapkan, penunjukan Mueller sebagai penasehat khusus diperlukan agar rakyat Amerika percaya hasil pengusutan kasus tersebut. Sebagai pejabat sementara jaksa agung, saya lakukan hal itu demi kepentingan rakyat Amerika, kata Rosenstein. Ia menambahkan, penunjukan itu diambil untuk kepentingan publik dan penyelidikan yang independen.

Robert Mueller ditunjuk sebagai Direktur FBI oleh Presiden George W. Bush pada 2001, dan bertugas hingga 2013. Kemudian posisinya diganti oleh James Comey. Robert Mueller menyatakan diri mundur dari firma hukum WilmerHale untuk menghindarkan diri dari konflik kepentingan dalam menangani kasus ini.
#as #trump #pilpresas
BERITA TERKAIT
Pentagon Menyewa di Trump Tower Ratusan Ribu Dolar
Trump Ancam Venezuela jika Ubah Konstitusi
Trump dan Putin Bertemu Dua kali di Hamburg
Trump Lanjutkan Kesepakatan Nuklir dengan Iran
Kisruh Surel Rusia, Trump Bela Putranya
Fatal, Pertemuan Trump Jr dan Pengacara Rusia
AS Bakal Cabut Larangan Membawa Laptop

ke atas