NASIONAL

Kamis, 18 Mei 2017 | 19:01 WIB

Temui Novanto, Paulus Klaim Tak Ada Hasil

Indra Hendriana
Temui Novanto, Paulus Klaim Tak Ada Hasil
(Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos mengaku dua kali bertemu dengan Setya Novanto. Pertemuan itu terjadi di Wijaya dan perkantoran, SCBD, Jakarta Selatan.

Hal ini disampaikan Paulus saat memberikan keterangan melalui teleconferrence dari Singapura yang tersambung dengan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017).



Adapun Wijaya adalah rumah Novanto, sedangkan SCBD adalah kantor milik Novanto, tepatnua di Gedung Equity. Ia mengaku pertemuan itu saat Novanto masih menjadi Ketua Fraksi Golkar di DPR.

Menurut Paulus, pertemuan itu diinisiasi oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang juga tersangka pada kasus e-KTP.

"Itu pertama kali saya ketemu Setya (di rumahnya). Seharusnya tiba bersama Andi, tapi dia kejebak macet," kata Paulus saat memberikan keterangannya dalam teleconferrence, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Karena tidak bisa bersama-sama ketemu Novanto, Andi pun menjadwalkan ulang pertemuan itu. Akhirnya disepakati bila pertemuan dilakukan di SCBD. Namun, Paulus mengatakan pertemuan itu hanya sebentar dan dia pun memperkenalkan selaku pihak yang mengerjakan proyek e-KTP.

Mendengar jawaban itu jaksa KPK Abdul Basir pun mengelak dengan pertanyaan maksud dan tujuan Andi mengajaknya untuk bertemu dengan Novanto. Paulus menjawab bahwa Andi berbuat demikian lantaran ingin menunjukan bahwa dirinya kenal dan seolah-olah dengan dengan Novanto.


"Saya rasa Andi ingin menujukan bahwa seolah-olah dia (Andi Narogong) kenal sama Setya Novanto, dekat dengan Seyta Novanto. Mungkin tujuan Andi ingin pergi sama saya, itu perkiraan saya," kata dia.

"Jadi apa yang dihasilkan dari dua pertemuan itu?," Kata jaksa bertanya. Dan dijawab Paulus "Tidak ada hasil apa-apa pak," jawab Paulus.

Namun jaksa tidak begitu saja percaya dengan pernyataan Paulus. Terlebih keterangan itu berada dengan berita acara pemeriksaan (BAP) Paulus saat memberikan keterangan di penyidikan.

Jaksa pun mengingatkan agar Paulus berbicara jujur. Namun, Paulus tetap pada keterangan yang disampaikan di persidangan.

"Iya pak. Tapi setelah saya ingat-ingat lagi, kejadian yang sebenarnya dalam persidangan ini," imbuh Paulus merespon pernyataan jaksa KPK.

Paulus pada awalnya percaya jika Andi Narogong orang dekat Novanto. Namun, belakangan hal itu berubah. Terlebih setelah dua pertemuan itu.

Selain pertemuan itu, Paulus dalam kesaksiannya juga mengakui pernah ikut rapat di ruko Fatmawati milik Andi Narogong. Kemudian rapat di kantor PNRI dan kantor Sucofindo.[jat]
#kpk #ektp
BERITA TERKAIT
Suap Walikota Cilegon, KPK Geledah Kantor PT KIEC
OTT Walikota Cilegon, Ini Kata Mendagri Tjahjo
KPK Langsung Tahan Walikota CIlegon
Isu Pelemahan KPK Jangan Digeneralisir Semua DPR
Kalau Mau Koreksi KPK, Cukup RDP, Bukan Pansus
Awalnya, Walikota Cilegon Minta Uang Rp2,5 Miliar
OTT Walikota Cilegon Jadi Modus Baru Praktik Suap

ke atas