EKONOMI

Jumat, 19 Mei 2017 | 04:09 WIB

Disambangi Menteri Energi Arab, Jokowi Minta Ini

Disambangi Menteri Energi Arab, Jokowi Minta Ini
(Foto: istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Saat disambangi Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei, Presiden Joko Widodo minta agar investasi migas ditingkatkan US$5 miliar.

"Kita ketahui saat ini pasar energi dunia sedang mengalami beberapa transformasi. Tentu saja perubahan energi terbarukan telah ditemukan dan berkelanjutan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, juga membicarakan kerja sama energi di bidang hulu.

Selanjutnya Arcandra bilang, Arab terlihat serius untuk berinvestasi sektor migas di Indonesia. Saat ini, nilai investasi masih kurang dari US$2 miliar.

Archanda mengatakan, potensi investasi energi yang dapat ditingkatkan hingga US$5 miliar, terdiri dari beberapa bidang kerja sama. "Beberapa investasi yang kiranya disampaikan tadi pertama di bidang hulu. Ada keinginan dari Mubadala untuk berinvestasi di Indonesia di bidang hulu dan bekerja sama dengan Pertamina," kata Arcandra.


Delegasi UEA juga mengundang Pertamina untuk bisa berinvestasi di Abu Dhabi dan Dubai. Uni Emirat Arab meminta Indonesia untuk segera mensahkan perlindungan investasi sebagai pintu masuk kerja sama bilateral secara internasional. "Itu soal kemungkinan nasionalisasi, ada kemungkinan gak Indonesia nasionalisasi perusahaan," jelas Arcandra.

Kata pria berdarah Minang, jaminan perlindungan investasi itu lumrah dilakukan antar negara yang bekerja sama secara bilateral. "Menteri Suhail menyampaikan permintaan kepada Indonesia untuk memberikan insentif pajak sehingga dapat memangkas perpajakan ganda dalam kerja sama bilateral tersebut," papar Candra.

Dalam pertemuan itu, Presiden dan delegasi UEA juga membahas potensi kerja sama listrik di Indonesia memanfaatkan tenaga yang ramah lingkungan. "Kita juga bicara tentang keinginan dari Masdar, perusahaan dari UAE, yang ingin berinvestasi di energi terbarukan, termasuk dalam hal ini adalah PLTS, pembangkit listrik tenaga surya," kata Candra.

Pihak Masdar, tambah Wamen, telah membahas hal itu bersama PLN sehingga pemerintah perlu menindaklanjuti potensi kerja sama itu. Untuk kerja sama selain energi, Indonesia-UEA juga membahas tentang kerja sama infrastruktur pelabuhan.

Potensi kerja sama itu sedianya akan dijajaki oleh Dubai Port World dengan PT Pelindo I dan Pelindo III. "Selain itu kita juga mengatakan bahwa sebaiknya kalau berinvestasi di Indonesia juga menggaet, bekerja sama dengan local company sehingga nantinya kerja samanya lebih saling menguntungkan," jelas Candra.

Sejumlah pejabat lain dalam delegasi UEA yang hadir ke Istana Merdeka yaitu Duta Besar UEA untuk Indonesia Mohammed Abdulla Al Ghafli, Direktur Bidang Ekonomi dan Perdagangan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA Fahad Obaid Al Taffag, Ketua Dewan Direksi Mubadala Petrolium Bakheet Al Katheeri, Direktur Hubungan Pemerintah Dubai Ports World Omar Al Muhairy, serta Penasehat Pemasaran dan Perdagangan ADNOC Mubarak Suhail Al Ketbi. Pertemuan itu berlangsung 45 menit, sejak pukul 14.00 WIB. [tar]
#menterijonan #presidenjokowi #investasi
BERITA TERKAIT
Target Ekonomi Besar, Tim Jokowi Kurang Trengginas
Dalam Dekapan Ekonomi China, Berkah atau Musibah?
Ini Pesan Jonan untuk 5 Pejabat Baru SKK Migas
Pengusaha: Jangan Takut Dampak Bom Kampung Melayu
Pertamina Ingin Ada 1 Sumur Baru di Blok Mahakam
Invest Manado Lahirkan Investasi US$400 Juta
Ekonomi RI Sudah Kebal Isu Radikalisme

ke atas